Peristiwa

Lima Hari Usai Pembobolan ATM BRI di Balai Baru, Ini Kata Polisi

24
×

Lima Hari Usai Pembobolan ATM BRI di Balai Baru, Ini Kata Polisi

Sebarkan artikel ini
Pembobolan ATM. Ilustrasi

PADANG, hantaran.co — Polisi menyatakan belum menemukan bukti dalam kasus pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berada di Mutiara Swalayan di Jalan Balai Baru, Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda, mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus pembobolan ATM BRI tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan, melakukan pemeriksaan, dan berkoordinasi dengan tim serta saksi-saksi,” ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Hingga kini pihak kepolisian sudah menetapkan lima tersangka terkait pembobolan mesin ATM Bank BRI tersebut. Namun, pihaknya belum mengantongi ciri-ciri kelima pelaku tersebut.

Baca Juga  Dempo Group Bantu Korban Banjir di Ranah Pesisir, Pesisir Selatan

Diketahui, mesin ATM milik Bank BRI Mutiara Swalayan di Jalan Balai Baru, Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dilaporkan dibobol pada Senin (12/10/2020), lalu sekitar pukul 03.00 WIB.

Para pelaku ini beraksi dengan cara membobol mesin ATM dengan menggunakan mesin las listrik. Dalam insiden tersebut, mereka mengambil uang tunai sebesar Rp250 juta raib dibawa pelaku.

Terungkapnya kasus pembobolan ATM itu berasal dari salah seorang saksi yang merupakan warga sekitar. Saat itu, saksi menggunakan sepeda motor dan melihat kelima pelaku sudah selesai menyelesaikan aksinya.

Baca Juga  100 Pelanggar Terjaring di Hari Pertama Operasi Zebra Singgalang 2020

Saat itu, para pelaku sudah berada di mobil avanza warna abu-abu miliknya, kemudian saksi berusaha mengejar pelaku namun mobil tersebut berusaha menabrak saksi, sehingga saksi terpaksa menghindar dan bergerak menuju ke BIM.

“Kami terus dalami kasus pembobolan ATM ini. Kami tidak bisa menduga para pelaku, karena kamera CCTV yang terpasang di ATM telah dirusak. Apalagi tidak ada penjaga keamanan, dan tidak ada orang yang jelas melihat wajah pelaku secara langsung,” tutupnya. (*)

Fardi/hantaran.co