PeristiwaBerita

Sebulan Kasus Kematian Fikri Padario, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

21
×

Sebulan Kasus Kematian Fikri Padario, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, hantaran.Co–Kasus kematian terhadap Fikri Padario (34 Tahun), warga Korong Koto Muaro, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar

Fikri Padario ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Rabu (24/9/2025) malam di jurang belakang rumahnya, dengan luka tusukan di bagian ulu hati. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa Fikri ke Rumah Sakit Umum Lubuk Basuang. Namun, upaya penyelamatan nyawa korban tidak membuahkan hasil. Fikri menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis.

Istri korban, Melina Sari, menuturkan bahwa suaminya sempat berpamitan membeli rokok usai salat Magrib. Namun, setelah beberapa lama, Fikri tak kunjung kembali ke dalam rumah. Anak bungsu mereka sempat mendengar suara sang ayah dari arah belakang rumah, tetapi Fikri tak juga muncul. Khawatir terjadi sesuatu, Melina mencari ke belakang rumah dan menemukan sandal suaminya tergeletak di dekat jurang.

Baca Juga  PWI Pasaman Jalin Silaturahmi dengan Kajari Pasaman, Perkuat Sinergi Pers dan Kejaksaan

Melina yang panik segera meminta bantuan para pemuda setempat untuk mencari keberadaan suaminya. Setelah sekitar dua jam pencarian, warga akhirnya menemukan Fikri di dasar jurang dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya berlumuran darah

“Setelah ditemukan, suami saya masih hidup. Karena luka tusuk di bagian ulu hati, ia segera dibawa ke Rumah Sakit naas suami saya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di sana,” terang Sari kepada awak media, Minggu (19/10/2025) sore.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan suaminya. Aparat masih terus melakukan penyelidikan dan meminta keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga  Bupati Eka Putra Lantik 1.334 PPPK Paruh Waktu

Azwirman, mamak korban, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya proses hukum terhadap kematian keponakannya. Ia menyebut, hampir sebulan berlalu sejak peristiwa tragis itu terjadi, namun kasus tersebut belum juga menemukan titik terang.

“Kami sekeluarga masih menanti keadilan. Kami berharap pihak berwajib terus mengusut kasus ini hingga tuntas, agar keluarga korban bisa mendapatkan kepastian dan keadilan yang layak,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia berharap kasus pembunuhan tersebut segera terungkap dan pelaku dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. ”Kami keluarga besar korban hanya ingin keadilan ditegakkan dan pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutupnya.