Opini

Pemulihan Ekonomi di Tengah Perlambatan dan Tekanan Bencana

0
×

Pemulihan Ekonomi di Tengah Perlambatan dan Tekanan Bencana

Sebarkan artikel ini

Sumatera Barat memasuki 2026 dengan dua pesan yang tidak bisa diabaikan. Pertama, ekonomi daerah kehilangan momentum setelah awal 2025 yang relatif lebih kencang. Kedua, bencana banjir bandang dan longsor meninggalkan tagihan sosial-ekonomi yang besar. Kombinasi ini memaksa pemerintah daerah mengubah cara merespons. Sumbar tidak cukup bertahan. Sumbar perlu memimpin pemulihan yang terukur.

Perlambatan pertumbuhan pada 2025 menunjukkan satu kenyataan sederhana. Ekonomi Sumbar masih bergantung pada faktor sementara. Ketika dorongan musiman mereda, laju ekonomi ikut turun. Kondisi ini menegaskan bahwa produktivitas dan investasi belum menjadi pilar utama. Nilai tambah industri juga belum menguat. Jika Sumbar ingin keluar dari pola ini, Sumbar harus memperbaiki struktur ekonomi, bukan sekadar merapikan angka.

BACA JUGA  Saatnya Pendidikan Islam Memimpin Literasi-Numerasi

Bencana memperberat situasi. Banjir bandang merusak jalan, jembatan, irigasi, pasar, dan permukiman. Aktivitas perdagangan terhenti di banyak titik. Distribusi pangan tersendat. Ongkos angkut naik, lalu harga ikut bergerak. Rumah tangga menahan belanja karena pendapatan melemah dan ketidakpastian meningkat. UMKM menghadapi pukulan ganda. Mereka kehilangan stok dan pelanggan pada saat yang sama.

Baca Juga : Perayaan Tahun Baru 2026 Diimbau Tanpa Hura-hura, Sumbar Masih Berduka

Kerugian ekonomi tidak berhenti pada bangunan yang roboh. Kerugian itu juga melekat pada hari kerja yang hilang. Anak sekolah kehilangan akses belajar. Petani kehilangan lahan dan sarana produksi. Pedagang kehilangan lokasi berjualan. Ketika aset produktif hilang, pemulihan pendapatan berjalan lambat. Jika pemerintah hanya menyalurkan bantuan konsumsi tanpa memulihkan kemampuan bekerja dan berusaha, masyarakat akan tetap berada dalam kondisi rapuh.

BACA JUGA  Pengembangan Model Pembelajaran Seni Lukis Dasar IASEE Berbasis Glass Box

Sumbar perlu memulai pemulihan dari titik yang paling menentukan, yaitu logistik. Pemerintah provinsi harus memulihkan koridor distribusi yang menghubungkan sentra produksi dan pasar. Pemerintah harus menargetkan bottleneck yang paling mengganggu arus barang. Perbaikan jembatan kecil sering lebih menentukan daripada proyek besar yang tidak menutup hambatan utama. Jalan produksi yang pulih akan menurunkan biaya angkut. Pasar yang kembali berfungsi akan menghidupkan transaksi harian. Pemulihan logistik akan menahan gejolak harga dan mempercepat normalisasi ekonomi.

Berita

HANTARAN.CO – Menjelang akhir tahun 2025 ini, kita…