Sumbar

Gubernur Sumbar Apresiasi Kolaborasi UI, PNP dan UNDIP Tangani Bencana

4
×

Gubernur Sumbar Apresiasi Kolaborasi UI, PNP dan UNDIP Tangani Bencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur

Padang, hantaran.Co – Kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam penanganan bencana banjir bandang di Sumatera Barat mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Barat. Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi Tim Tanggap Bencana Politeknik Negeri Padang (PNP), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama Gubernur Sumatera Barat di Istana Gubernur, Selasa (30/12/2025).

Audiensi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus laporan resmi capaian kegiatan tanggap bencana yang telah dilaksanakan oleh tim gabungan di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Barat. Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Politeknik Negeri Padang Ir. Revalin Herdianto, Ph.D, jajaran wakil direktur PNP, serta perwakilan tim tanggap bencana dari UI dan UNDIP.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi sinergi antarperguruan tinggi yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat di tengah situasi darurat. “Kami mengapresiasi kepedulian dan kontribusi nyata UI, PNP, dan UNDIP yang hadir langsung membantu masyarakat terdampak. Kolaborasi berbasis keilmuan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga untuk memperkuat mitigasi dan pengurangan risiko bencana ke depan,” ujar Gubernur Sumatera Barat.

BACA JUGA  Gubernur Sumbar Dukung Kepengurusan DPW ILUNI UNP Kepri Majukan Kepri

Baca Juga : Bangun Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Sumbar Libatkan Perbankan dan UMKM

Dalam laporannya kepada Gubernur, tim gabungan PNP dan UI menyampaikan rangkaian aksi kemanusiaan yang telah dilakukan di Nagari Padang Laweh Malalo, Nagari Guguak Malalo, dan Nagari Sumpur yang masuk wilayah Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Adapun PNP dan UNDIP di Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Tim kebencanaan tersebut melakukan sinkronisasi data lapangan, dukungan peralatan, fasilitas internet, solar panel, pendampingan masyarakat, hingga penyaluran bantuan bahan pokok. Tim Tanggap Bencana UI melalui Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) melaporkan kegiatan pengurangan risiko bencana dan pendampingan penyintas, sementara PNP dan UNDIP berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hibah dan pemanfaatan alat filtrasi air untuk mendukung ketersediaan air layak konsumsi pascabencana.

Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, Ph.D, menyampaikan bahwa keterlibatan PNP bersama UI dan UNDIP merupakan wujud tanggung jawab sosial perguruan tinggi. “Tim kami tidak akan berhenti sampai di sini. Ke depan, kami akan terus memperluas bentuk kerja sama agar dukungan yang diberikan semakin berdampak. Terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mempercayakan Politeknik Negeri Padang sebagai mitra kolaborasi. Harapan kami, setiap upaya yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, Ph.D.

BACA JUGA  Era Sukma Munaf Ditunjuk Kemendagri jadi Pjs Bupati Pesisir Selatan

Melalui audiensi dan laporan capaian ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan, demi meningkatkan ketangguhan masyarakat Sumatera Barat di masa mendatang.

Gubernur Sumatera Barat menutup pertemuan dengan harapan agar seluruh perguruan tinggi dapat terus bersinergi dan berkoordinasi bersama PNP, UI, UNDIP, serta mitra lainnya, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih terkonsentrasi, terarah, dan memberikan dampak maksimal bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat Sumatera Barat ke depan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, atas dukungan yang memungkinkan perguruan tinggi hadir dan beraktivitas langsung membantu masyarakat terdampak bencana.