Sumbar

50 Personel Brimob Turun Tangan Bangun Huntara di Padang Pariaman

1
×

50 Personel Brimob Turun Tangan Bangun Huntara di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini
Personel

Padang, hantaran.Co–Upaya percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Jorong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman masih terus dikebut oleh Satbrimob Polda Sumbar hingga Minggu (4/1/2026).

Sebanyak 50 personel Tim Huntara Brimob diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempercepat penyediaan tempat tinggal layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir dan longsor akhir November hingga Desember 2025 lalu itu.

Sejak pagi, personel Satbrimob Polda Sumbar yang dipimpin AKP Syafri Kacik  fokus mengerjakan pemasangan rangka baja ringan, penutup atap, dinding huntara, hingga pembuatan bak septic tank Huntara tersebut.

Kehadiran Personel Brimob di Lokasi Bencana Bentuk Komitmen Polri

Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, mengungkapkan bahwa pembangunan huntara merupakan prioritas utama dalam fase pemulihan saat ini.

Baca Juga  Kata Kemenko Marves untuk Mengeruk Sedimen Pakan dan Kotoran Ikan di Danau Maninjau Butuh Rp237 Miliar

“Kami tidak ingin masyarakat berlama-lama berada dalam ketidakpastian. Brimob hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi memastikan warga terdampak segera memiliki hunian sementara yang aman, layak, dan manusiawi. Seluruh personel kami kerahkan untuk bekerja cepat dan terukur di lapangan, ” ujarnya Minggu (4/1/2026).

Baca Juga : Dishut Sumbar Lakukan Pendataan, Kayu Terbawa Banjir Diizinkan Dimanfaatkan Masyarakat

Menurutnya, kehadiran Brimob di lokasi bencana adalah bentuk nyata komitmen Polri dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial pascabencana.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa hingga kini progres pembangunan huntara di Padang Pariaman menunjukkan perkembangan positif.

“Pembangunan huntara di Nagari Anduriang terus berjalan dan bertahap mulai siap ditempati. Personel Brimob bekerja siang dan pagi hari, bersinergi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat. Ini menjadi bukti kepedulian dan kehadiran Polri dalam masa pemulihan pascabencana, ” ungkapnya.

Baca Juga  Nevi Zuairina Minta Perempuan Minang Belajar dari Semangat Kartini untuk Keluar dari Pandemi

Kabupaten Padang Pariaman diketahui menjadi salah satu daerah dengan dampak terparah akibat banjir dan longsor akhir 2025. Puluhan jembatan rusak, ratusan rumah hanyut atau roboh, serta ribuan hektare lahan pertanian terendam, memaksa banyak warga mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan.

“Melalui percepatan pembangunan huntara yang terus digenjot sejak awal 2026 ini,  Polri berharap masyarakat terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka, sekaligus memulai lembaran baru dengan rasa aman dan optimisme di tengah proses pemulihan Sumatera Barat,” pungkasnya.