DHARMASRAYA, HANTARAN.Co — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan progres pembangunan daerah dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Dharmasraya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Dharmasraya yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Rabu, (07/01).
Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito, S.M., didampingi Wakil Ketua II Ade Sudarman, S.Pd., serta diikuti oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya, dan jajaran Pemkab Dharmasraya.
Paripurna istimewa tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Asisten I Ahmad Zakri, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Forkopimda Kabupaten Dharmasraya, Wakil Bupati Leli Arni, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota se-Sumatera Barat dan provinsi tetangga.
Baca juga : Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Bukukan Kinerja Cemerlang Sepanjang 2025, Transaksi Digital Capai 309 Persen
Turut hadir sejumlah pimpinan dan anggota DPRD kabupaten dan kota se-Sumatera Barat dan daerah tetangga, dari DPRD Provinsi Sumatera Barat hadir Varel Oriano dan Sofian Hadi. Kemudian juga tampak Bupati definitif pertama Dharmasraya Marlon Martua, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, niniak mamak, unsur Bundo Kanduang, serta undangan lainnya.
Menakar Usia, Menyusun Arah Di Paripurna Istimewa
Dalam pidatonya, Bupati Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa peringatan 22 tahun Kabupaten Dharmasraya menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah di tengah dinamika kebijakan nasional dan keterbatasan fiskal.
Ia menyampaikan bahwa sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dihadapkan pada tantangan fiskal yang berat, terutama tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat serta kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Di tengah kondisi tersebut, Annisa menjelaskan bahwa pemerintah daerah menempuh strategi aktif melalui advokasi intensif ke kementerian dan lembaga guna memastikan program-program strategis daerah tetap berjalan.
Sepanjang tahun 2025, upaya advokasi itu membuahkan hasil konkret berupa percepatan pembangunan infrastruktur jalan pada enam ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar 24,2 kilometer, dua ruas jalan provinsi sepanjang 0,5 kilometer, serta penanganan long segment jalan nasional sepanjang 57,91 kilometer yang menjadi koridor utama pergerakan ekonomi dan logistik daerah.






