Sumbar

Transisi Menuju Rehab-Rekon: DPD RI Sumbar Gelar Dialog Penanggulangan Bencana

2
×

Transisi Menuju Rehab-Rekon: DPD RI Sumbar Gelar Dialog Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang, hantaran.Co–Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) menggelar diskusi dan dialog interaktif bertajuk “Upaya dan Langkah Strategis pada Masa Transisi Menuju Rehab Rekon” di Kantor DPD RI Provinsi Sumbar, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut juga menandai berdirinya kantor baru DPD RI Provinsi Sumbar yang berada di Flamboyan, Kecamatan Padang Barat. Diskusi dan dialog itu menghadirkan dua narasumber utama, yakni Senator RI asal Sumbar, Irman Gusman, serta Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Sumbar Arry Yuswandi.

Baca Juga : Realisasi PAD Kota Padang Tahun 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Dalam pemaparannya, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi memberikan gambaran komprehensif mengenai dampak akibat bencana yang melanda wilayah tersebut. Menurut taksiran awal, total kerugian yang dialami Sumbar menembus angka 17 triliun, sementara untuk taksiran kerusakan mencapai 14 triliun. Jika digabungkan Sumbar mengalami kerugian menembus angka 31 triliun.

BACA JUGA  Dorong Evaluasi dan Penyegaran, Mario Rosy Usul Gelar Musorkablub KONI Pessel

“Angka ini merupakan akumulasi dari kerusakan infrastruktur, sosial, ekonomi dan fasilitas publik di berbagai titik. Mulai dari kategori rusak ringan, sedang hingga berat,” ujarnya

Katanya, dalam masa peralihan pemulihan dalam jangka tiga bulan hingga enam bulan kedepan, pemerintah pusat menyiapkan Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 600 unit untuk ditempati oleh 600 Kepala Keluarga (KK).

“Untuk rumah rusak berat dan hanyut akan ditanggung oleh pemerintah pusat, kategori rusak sedang ditanggung pemerintah provinsi sementara rusak ringan ditanggung pemerintah kota/kabupaten,” ujarnya.

BACA JUGA  Sepakat Dengan Ormas, Lisda Hendrajoni Minta RUU-TPKS Dibahas Terbuka

Sementara itu, Senator RI Sumbar, Irman Gusman selaku menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam masa transisi ini. Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi Sumatera Barat agar mendapatkan prioritas anggaran dan dukungan teknis dari BNPB maupun kementerian terkait.

“Masa transisi ini adalah fase krusial. Jika langkah strategisnya tepat, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Dialog ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang produktif, di mana para peserta memberikan masukan terkait teknis pendataan dan langkah-langkah yang diambil agar penanggulangan bencana menuju rehab rekon lebih baik dan tepat.