Sumbar

OPD Diberi Waktu 2 Bulan, Bupati Solok Selatan Tekankan Integrasi 1 Data

0
×

OPD Diberi Waktu 2 Bulan, Bupati Solok Selatan Tekankan Integrasi 1 Data

Sebarkan artikel ini
OPD

Solsel, hantaran.Co–Validitas dan integrasi data masyarakat merupakan salah satu indikator penting menentukan indeks kinerja pemerintah daerah, khususnya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pengelolaan data yang akurat dinilai menentukan kualitas perencanaan, efektivitas program, serta ketepatan sasaran bantuan kepada masyarakat.

Hal ini di tegaskan oleh Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, saat memimpin Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Senin (12/1/2026), di Halaman Kantor Bupati.

Baca Juga : Sengketa Pilwana Selesai, 2 Wali Nagari di Pessel di Lantik

Bupati menekankan bahwa Pemkab Solok Selatan telah memiliki sistem data terpadu yang harus dikelola secara profesional oleh OPD sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan akuntabilitas.

“Kita persiapkan big data daerah, terutama data sosial. Indonesia sudah satu data, dan di tingkat kabupaten ini sudah berjalan. Saya minta OPD terkait memastikan data benar-benar terintegrasi, baik dengan BPS, data PKH, dan sumber lainnya,” ujar Khairunas.

Baca Juga  Selama 8 Bulan, Polda Sumbar Sudah Vaksin 68 Ribu Masyarakat

Menurutnya, kemampuan OPD dalam menyajikan data yang valid dan sinkron menjadi cerminan kinerja organisasi serta menjadi dasar penilaian efektivitas kebijakan pemerintah daerah. Salah satu data strategis yang saat ini menjadi fokus adalah DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

OPD Diberi Waktu Dua Bulan

DTSEN berfungsi sebagai basis data nasional untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sebagai bentuk penguatan kinerja OPD, Bupati memberikan tenggat waktu dua bulan kepada perangkat daerah terkait untuk melakukan validasi dan penyelarasan DTSEN dengan Simsalabim, sistem pusat data masyarakat Kabupaten Solok Selatan.

Baca Juga  Jemput Bola, Serbuan Vaksinasi Lanud Sutan Sjahrir Masuk Desa

“Data harus valid dan terintegrasi. Jangan sampai data daerah sudah seratus persen, tapi tidak sesuai dengan DTSEN nasional. Jangan ada tarik-menarik data. Ini akan berpengaruh langsung pada penilaian kinerja OPD,” tegasnya.

Aplikasi Simsalabim atau Sistem Informasi Dasawisma Langsung Bermanfaat Inovatif Mandiri merupakan inovasi daerah yang diinisiasi Ketua TP PKK Kabupaten Solok Selatan, Erniati Khairunas, dan terus dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Aplikasi ini memuat data komprehensif masyarakat, mulai dari data kependudukan, kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga kondisi sosial ekonomi warga.

Melalui penguatan integrasi data ini, Pemkab Solok Selatan menegaskan komitmennya membangun pemerintahan yang berbasis data, transparan, dan terukur, sekaligus mendorong OPD meningkatkan kinerja melalui sistem informasi yang akurat dan berkelanjutan.