Padang

Petani di Padang Didorong Alih Tanam, 4 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir

0
×

Petani di Padang Didorong Alih Tanam, 4 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Alih

Padang, hantaran.Co – Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada bulan November lalu berdampak terhadap perekonomian masyakarat, terutama yang berprofesi sebagai petani. Pemerintah Kota Padang berencana untuk mencarikan lahan untuk alih tanam dalam menyikapi dampak tersebut.

Akibat bencana banjir bandang sejumlah petani di Kota Padang kehilangan mata pencaharian karena kondisi lahan yang rusak terkena bencana.

Baca Juga : 5 Bangunan Liar Dibongkar, Ganggu Fungsi Fasum

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengatakan sebanyak kurang lebih empat ribu hektar lahan terdampak akibat bencana banjir bandang. Akibatnya petani di Kota Padang tidak beraktivitas karena tidak bisa menggarap lahan.

Baca Juga  Raimuna Sumbar Berjalan Sukses

“Rusaknya irigasi sejumlah petani tidak bisa menggarap lahan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Katanya, saat ini pemerintah kota (Pemko) tengah mencari lahan melalui Dinas Pertanian dan dibantu Kementerian Pertanian. Pemko padang berencana melakukan alih tanam dari tanaman padi ke jagung maupun sayur-sayuran.

“Karena alih profesi itu memakan waktu lama dan kami menilai kurang efektif. Kita berikan opsi kepada petani untuk menanam jagung. Ini sekarang yang sedang kita upayakan,” ujarnya.

Pemko Padang Tidak Langsung Putuskan Alih Tanam

Ia menambahkan, terkait opsi jagung yang diberikan dikarenakan pihak Kementerian telah menyiapkan untuk petani mulai dari bibit, pupuk hingga pasarnya.

Baca Juga  Maigus Nasir: Pramuka Pembentuk Karakter dan Nilai Kebangsaan

“Untuk jagung Kementerian telah mensuport dengan menyediakan bibit dan pupuk, dengan begitu petani dapat menggarap tanpa memikirkan modal lagi,” ujarnya

Meski demikian, Pemko Padang tidak langsung memutuskan untuk mengarahkan petani agar alih tanam dari padi ke komoditas jagung. Maigus menegaskan Pemko Padang terlebih dahulu mensosialisasi hal ini kepada masyarakat petani.

“Tentu kita sosialisasikan ini dengan petani sebelum dieksekusi. Untuk menilai apakah hal ini lebih efektif bagi masyarakat petani kita,” ujarnya