Padang, hantaran.Co – Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada bulan November lalu berdampak terhadap perekonomian masyakarat, terutama yang berprofesi sebagai petani. Pemerintah Kota Padang berencana untuk mencarikan lahan untuk alih tanam dalam menyikapi dampak tersebut.
Akibat bencana banjir bandang sejumlah petani di Kota Padang kehilangan mata pencaharian karena kondisi lahan yang rusak terkena bencana.
Baca Juga : 5 Bangunan Liar Dibongkar, Ganggu Fungsi Fasum
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengatakan sebanyak kurang lebih empat ribu hektar lahan terdampak akibat bencana banjir bandang. Akibatnya petani di Kota Padang tidak beraktivitas karena tidak bisa menggarap lahan.
“Rusaknya irigasi sejumlah petani tidak bisa menggarap lahan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Katanya, saat ini pemerintah kota (Pemko) tengah mencari lahan melalui Dinas Pertanian dan dibantu Kementerian Pertanian. Pemko padang berencana melakukan alih tanam dari tanaman padi ke jagung maupun sayur-sayuran.
“Karena alih profesi itu memakan waktu lama dan kami menilai kurang efektif. Kita berikan opsi kepada petani untuk menanam jagung. Ini sekarang yang sedang kita upayakan,” ujarnya.
Pemko Padang Tidak Langsung Putuskan Alih Tanam
Ia menambahkan, terkait opsi jagung yang diberikan dikarenakan pihak Kementerian telah menyiapkan untuk petani mulai dari bibit, pupuk hingga pasarnya.
“Untuk jagung Kementerian telah mensuport dengan menyediakan bibit dan pupuk, dengan begitu petani dapat menggarap tanpa memikirkan modal lagi,” ujarnya
Meski demikian, Pemko Padang tidak langsung memutuskan untuk mengarahkan petani agar alih tanam dari padi ke komoditas jagung. Maigus menegaskan Pemko Padang terlebih dahulu mensosialisasi hal ini kepada masyarakat petani.
“Tentu kita sosialisasikan ini dengan petani sebelum dieksekusi. Untuk menilai apakah hal ini lebih efektif bagi masyarakat petani kita,” ujarnya





