Agam, hantaran.Co–Fluktuasi harga pangan di Kabupaten Agam pascabencana banjir dan longsor tidak berdampak pada seluruh komoditas. Di tengah situasi tersebut, harga beras masih terjaga stabil, sementara cabai rawit merah justru mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka Rp100 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Agam, Rosva Deswira, pada Senin (12/1/2026), menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi stok serta harga beras di wilayah Agam masih aman dan terkendali.
“Beras, baik jenis premium, medium, maupun beras lokal Kuriak Kusuik, masih normal. Persediaan mencukupi dan distribusi tidak mengalami kendala berarti,” ungkap Rosva.
Baca Juga :Sinkhole Situjuah Batua Jadi Sorotan, Jangan Terjebak Mitos
Hasil pemantauan DKPP Agam di Pasar Padang Baru, Lubuk Basung, menunjukkan beras belum mengalami perubahan. Beras Kuriak Kusuik dijual Rp18 ribu per kilogram, beras premium Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium berada di angka Rp13 ribu per kilogram.
Kondisi berbeda justru terlihat pada komoditas cabai, terutama cabai rawit merah. Sejak pertengahan pekan lalu, harganya melonjak drastis dari Rp60 ribu per kilogram dan kini bertahan di kisaran Rp100 ribu per kilogram hingga Senin (12/1/2026).
Harga Berkaitan dengan Pasokan
Menurut Rosva, kenaikan tersebut erat kaitannya dengan terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi akibat bencana alam yang memutus sejumlah akses distribusi.
“Cabai rawit sangat rentan terhadap hambatan pasokan. Begitu distribusi dari daerah penghasil terputus, harga langsung melonjak. Kondisi inilah yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Sementara itu, harga merah keriting justru mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp55 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada bawang merah yang kini dijual Rp40 ribu per kilogram, turun dari Rp45 ribu.
Meski beberapa komoditas hortikultura menunjukkan tren penurunan, lonjakan tajam cabai rawit dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama di masa pemulihan pascabencana.
Rosva menambahkan, DKPP Agam terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta para distributor guna mempercepat normalisasi distribusi.
“Fokus utama kita adalah memulihkan jalur pasok. Jika distribusi kembali lancar, harga cabai rawit diyakini akan berangsur turun,” tegasnya.





