Payakumbuh, HANTARAN.Co — Fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari sejak 10 hari lalu, hingga kini terus mengeluarkan air bersih. Air bening keluar dari celah celah tanah pada lobang yang amblas. Air keluar terus menerus menerus. Air dari lobang sinkhole tersebut kini dialirkan ke sawah warga yang lain.
Dengan kondisi itu, Perusahaan Daerah Tirta Sago Payakumbuh atau PDAM tertarik untuk mengolah air dari sinkhole tersebut.
Plt Direktur Perumda Tirta Sago Payakumbuh Media Purnama pada Selasa (13/1/26) mengatakan, air yang keluar dari sinkhole itu bisa memberi manfaat lebih apalagi bisa termanfaatkan untuk orang banyak.
Baca juga : Kadis Pendidikan Pasaman Pimpin Apel Perdana, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme ASN
“Kita sangat tertarik untuk mengolah air dari fenomena sinkhole. Tetapi untuk itu perlu kajian yang mendalam, ” ujar Media.
Dikatakan Media, ada kajian serta hitungan terhadap kondisi air hingga nantinya bisa diproses untuk diolah sebagai air bersih. Butuh proses yang panjang sehingga nantinya air yang keluar dari fenomena sinkhole itu bisa diolah oleh Perumda Tirta Sago untuk mencukupi kebutuhan air bagi 34 ribu pelanggannya.
Perumda Tirta Sago Payakumbuh Tertarik
Saat ini perusahaan plat merah milik Kota Payakumbuh itu terus mencari sumber-sumber mata air baru sebagai sumber air bagi Perumda Tirta Sago, terutama di kawasan Gunuang Sago.
Sementara, tokoh masyarakat Situjuah Limo Nagari Fajar Rillah Veski sangat mendukung adanya wacana Perumda Tirta Sago untuk mengolah air sinkhole di Situjuah. Tetapi, ujar anggota DPRD Limapuluh Kota itu, perlu adanya duduk bersama antara pemilik lahan, nagari, Pemda serta pihak dari Perumda Tirta Sago.
Sedangkan, Wakil Gubernur Sumbar Vasko beberapa hari lalu mengatakan, air yang keluar dari fenomena sinkhole berbakteri tinggi, tidak bisa dikonsumsi langsung. Melainkan harus diolah terlebih dahulu.
Dari hasil kajian tim ahli, Vasko menjelaskan, secara kimia, kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri e-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.
“Jika terpaksa digunakan, air harus dimasak terlebih dahulu. Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi, “kata Vasko. (h/ddg)





