BeritaPendidikanPeristiwa

Semangat Belajar Guru dan Siswa Ngalau Gadang Tak Padam Meski Ditengah Isolasi Pasca Bencana

0
×

Semangat Belajar Guru dan Siswa Ngalau Gadang Tak Padam Meski Ditengah Isolasi Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
Siswa
Semangat Belajar Guru dan Siswa Ngalau Gadang Tak Padam Meski Ditengah Isolasi Pasca Bencana. ist

PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co – Semangat belajar siswa tidak pernah padam meski bencana memutus hampir seluruh akses kehidupan. Itulah potret nyata aktivitas pendidikan di Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Meski terisolasi, guru dan siswa di kampung terujung Pesisir Selatan itu tetap menjalankan proses belajar mengajar. Dengan jalan utama tertimbun longsor di tiga titik dan jembatan penghubung putus total, para guru dengan penuh tanggung jawab mengawal siswa mereka menembus jalan berlumpur dan rawan longsor demi tetap bisa bersekolah.

Bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan 13 unit rumah hanyut dan tertimbun tanah longsor, satu unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) hancur, serta menyebabkan 168 kepala keluarga atau sekitar 670 jiwa terisolasi. Hingga satu setengah bulan pascabencana, akses pendidikan dan perekonomian masyarakat Ngalau Gadang masih dalam kondisi lumpuh.

Baca juga : Pebulutangkis Indonesia Gloria Widjaja Terima Pinangan Singapura, Tampil Perdana di Indonesia Masters

Baca Juga  SMA PGRI 1 Padang Optimis Ukir Prestasi

Di kampung tersebut hanya terdapat satu unit sekolah TK/PAUD dan satu unit SD. Sementara itu, siswa tingkat SMP, MTs, MA, hingga SMA harus bersekolah ke luar wilayah Ngalau Gadang. Kondisi ini semakin berat karena keterbatasan akses transportasi akibat jalan yang belum pulih.

Semangat Belajar Guru dan Siswa Ngalau

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Novermal, menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya atas dedikasi para guru serta semangat belajar para siswa di tengah situasi yang serba sulit.

“Apa yang dilakukan guru dan siswa di Ngalau Gadang adalah teladan bagi kita semua. Mereka tidak menyerah pada keadaan. Ini bukti nyata bahwa semangat pendidikan di kampung-kampung kita masih sangat kuat, meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan infrastruktur,” ujar Novermal kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, keteguhan tersebut harus diimbangi dengan kehadiran negara melalui percepatan pemulihan pascabencana. Ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat untuk memulihkan akses dasar masyarakat setempat.

“Sudah 1,5 bulan akses pendidikan dan ekonomi masyarakat lumpuh. Pemerintah harus segera membangun kembali jembatan yang putus, membersihkan material longsor dengan alat berat, serta memulihkan PLTMH yang hancur. Jangan biarkan perjuangan guru dan siswa ini berjalan sendiri,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Diduga Akibat Arus Pendek Listrik, Gudang Perabot di Agam Ludes Dilalap si Jago Merah

Meski demikian, Novermal menyebut Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya membuka isolasi Ngalau Gadang. Berdasarkan hasil rapat lintas sektoral yang dipimpin Sekretaris Daerah Pessel, Zainal Arifin, disepakati pemasangan gorong-gorong plat baja Aramco sebagai solusi sementara pengganti jembatan yang putus, sekaligus pengerahan alat berat untuk membersihkan longsoran di badan jalan.

“Keputusan ini harus segera direalisasikan. Targetnya sebelum Lebaran akses Ngalau Gadang sudah terbuka. DPRD akan terus mengawal agar hal ini benar-benar terwujud,” kata Novermal.

Di tengah keterbatasan pascabencana, keteguhan guru dan siswa Ngalau Gadang menjadi simbol harapan. Mereka membuktikan bahwa semangat belajar tidak dapat diisolasi oleh longsor dan jembatan yang putus. Selama tekad masih ada, harapan untuk meraih masa depan akan terus menyala. (h/kis)

Penulis: Okis Mardiansyah