PASAMAN,HANTARAN.Co — Setelah melakukan rapat evaluasi internal di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman terkait disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Muslim, M.Pd, langsung bergerak cepat dengan mengumpulkan ratusan kepala sekolah dari berbagai jenjang di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Rabu (14/01/2026)
Sebanyak 251 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 40 Kepala Sekolah Tingkat Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, dihadirkan dalam pertemuan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan Dinas Pendidikan dalam membenahi tata kelola dan kualitas pendidikan di daerah.
Baca juga : Asita Sumbar Perkuat Kerjasama dengan Ibilik Group dan Kingston Hotel
Pertemuan para kepala sekolah itu dilaksanakan secara bertahap dan dibagi dalam beberapa sesi. Kegiatan sudah dimulai sejak Selasa (13/1/2026) dan dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti dengan optimal.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Muslim, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi disiplin ASN di lingkungan Dinas Pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pimpinan satuan pendidikan sekaligus teladan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Disiplin ASN Menguat, Mutu Pendidikan
“Disiplin adalah fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan. Jika pimpinan di sekolah tidak disiplin, maka akan sulit menuntut hal yang sama dari guru dan peserta didik,” tegas Muslim dalam arahannya.
Selain menyoroti disiplin kehadiran dan kinerja ASN, pertemuan tersebut juga membahas peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Mulai dari manajemen sekolah, proses pembelajaran, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan.
Muslim menekankan pentingnya kepala sekolah untuk menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan tanggung jawab yang telah diamanahkan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik pembiaran terhadap pelanggaran disiplin di lingkungan sekolah.
Dalam pertemuan itu, para kepala sekolah diminta untuk lebih aktif melakukan pembinaan terhadap guru dan staf. Kepala sekolah juga didorong untuk membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Tak hanya itu, isu mutu pembelajaran dan capaian akademik siswa juga menjadi perhatian utama.
Kepala Dinas Pendidikan meminta kepala sekolah untuk melakukan evaluasi internal secara rutin guna mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing satuan pendidikan.
Menurut Muslim, peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen bersama dan kerja berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan.
Sejumlah kepala sekolah yang hadir menyambut baik pertemuan tersebut. Mereka menilai langkah Kadis Pendidikan sebagai upaya positif untuk menyatukan persepsi dan memperkuat peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pasaman.
Dengan digelarnya pertemuan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman berharap tercipta perubahan nyata, baik dalam hal kedisiplinan ASN maupun peningkatan mutu pendidikan, sehingga layanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkualitas. (h/ekie)





