Padang, hantaran.Co–Bencana banjir bandang akibat badai hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 menyisakan persoalan serius, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Keterbatasan hunian layak menjadi tantangan utama dalam masa pemulihan pascabencana.
Kondisi tersebut menuntut langkah cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. Penyediaan hunian sementara (huntara) menjadi solusi awal sebelum pembangunan rumah permanen dapat direalisasikan.
Menjawab kebutuhan itu, PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG menyatakan komitmennya mendukung pemulihan pascabencana melalui penyediaan produk semen untuk pembangunan huntara di tiga kabupaten di Sumbar.
Baca Juga : Menteri Kesehatan Prioritaskan Pemulihan 3.265 Rumah Nakes, Banyak yang Bekerja Tak Maksimal
Sebanyak 181 unit huntara dibangun dengan kebutuhan 3.310 zak semen, seluruhnya menggunakan produk Semen Padang. Pembangunan tersebut tersebar di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.
Di Kabupaten Agam, huntara dibangun sebanyak 117 unit di Pasar Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Sementara di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan dilakukan di Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam sebanyak 34 unit.
Adapun di Kabupaten Pesisir Selatan, huntara dibangun sebanyak 30 unit di Koto Baru, Kecamatan Bayang. Seluruh hunian tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia usaha, khususnya PT Semen Padang, dalam mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.





