Padang, hantaran.Co–Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengajak seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, baik negeri maupun swasta, untuk ‘all out’ mendukung penuh pelaksanaan Program Smart Surau di Kota Padang.
Maigus Nasir menegaskan, Program Smart Surau merupakan salah satu dari sembilan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinannya bersama Wali Kota Padang, Fadly Amran. Program ini dirancang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus pembinaan karakter generasi muda berbasis masjid dan musala.
Baca Juga : Penertiban PETI di Muaro Tambangan, 1 Alat Berat Diamankan
“Program Smart Surau dilaunching pada 26 Juli 2025 dan mulai efektif dilaksanakan sejak Oktober 2025. Di dalamnya terdapat sejumlah aktivasi, seperti Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, Ruang Pembelajaran Digital Masjid, serta fasilitasi Rumah Tahfiz,” jelas Maigus.
Wawako menambahkan, Program Smart Surau merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Padang sebagai Kota Pintar dan Kota Sehat yang berlandaskan nilai agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.
“Smart Surau juga sejalan dengan kebijakan nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta selaras dengan filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Semoga melalui program ini terciptanya generasi muda Kota Padang yang berkarakter kuat, berakhlak mulia dan berdaya saing,” terangnya.
Lebih lanjut, Maigus Nasir mengakui pelaksanaan Program Smart Surau masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada kegiatan Subuh Mubarakah.
“Beberapa bulan berjalan, partisipasi siswa masih rendah, dengan tingkat kehadiran di masjid dan musala banyak di bawah 50 persen, bahkan di tingkat sekolah. Hari ini kita evaluasi bersama untuk mencari solusi dengan target ke depan partisipasi minimal 80 persen,” tegasnya.
Disdikbud Sudah Instruksikan Kepala Sekolah dan Guru Sukseskan Smart Surau
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan guru untuk memberikan dukungan penuh terhadap Program Smart Surau.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, termasuk terkait sistem absensi siswa dengan penggunaan barcode serta persoalan teknis lainnya.
“Kami siap melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan Program Smart Surau ke depan dapat berjalan lebih optimal dan efektif,” pungkas Yopi Krislova.





