Solok Selatan, HANTARAN.Co — Suasana hangat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Jannatul Firdaus Rawang, Muaralabuh, Kabupaten Solok Selatan, Jumat malam (16/01/2026). Puluhan jamaah memadati masjid untuk mengikuti kajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar oleh pengurus masjid.
Peringatan Isra Mi’raj kali ini terasa istimewa. Selain menjadi momentum refleksi perjalanan spiritual Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi kebaikan melalui program wakaf Al Qur’an.
Pengurus Masjid Jannatul Firdaus berkolaborasi dengan Yayasan Amanah Muslim Charity yang tengah melakukan syiar dakwah bersama ulama asal Mesir, Syaikh Abdel Rahman Hasan Almisyri, Lc., M.Pd., di Kabupaten Solok Selatan pada 13 hingga 21 Januari 2026.
Baca juga : Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran Usia Produktif
Melalui program SIWAQS (Sinergi Indonesia Wakaf Al Qur’an Santri), jamaah diajak berpartisipasi mewakafkan mushaf Al Qur’an yang nantinya akan disalurkan ke berbagai pelosok daerah sulit dijangkau. Wakaf tersebut diperuntukkan bagi para santri, sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita besar lahirnya satu juta penghafal Al Qur’an di Indonesia.
Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Jannatul Firdaus
Antusiasme jamaah terlihat jelas sepanjang kegiatan. Dengan nilai wakaf sebesar Rp100 ribu per mushaf, banyak jamaah yang langsung mewakafkan hingga 10 mushaf sekaligus. Tak hanya itu, sistem wakaf yang fleksibel dan dapat dilakukan secara cicilan membuat semakin banyak jamaah merasa dimudahkan untuk ikut ambil bagian.
Yang menarik, setiap mushaf Al Qur’an wakaf juga dapat disertai hajat atau doa dari jamaah. Hajat tersebut akan dituliskan di bagian sampul Al Qur’an dan dibacakan setiap hari oleh santri penerima wakaf, menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Salah seorang jamaah, mengaku terharu bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
“Saya merasa ini bukan sekadar wakaf Al Qur’an, tapi juga menitipkan doa dan harapan. Mudah-mudahan setiap ayat yang dibaca santri menjadi pahala dan keberkahan untuk keluarga kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nova, jamaah lainnya yang juga turut mewakafkan Al Qur’an.
“Programnya sangat menyentuh, apalagi bisa dicicil sesuai kemampuan. Kita jadi merasa dekat dengan para santri di pelosok, walau tak pernah bertemu langsung,” katanya.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Masjid Jannatul Firdaus tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian sosial dan semangat berbagi. Sebuah ikhtiar kecil dari jamaah Rawang, Muaralabuh, yang diharapkan memberi cahaya besar bagi generasi penghafal Al Qur’an di masa depan. (h/abd)





