SIJUNJUNG, HANTARAN.Co– Dua orang atlet difabel binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sijunjung dan Provinsi Sumatera Barat memperkuat Tim Indonesia pada 20 – 26 Januari 2026 mendatang di ajang ASEAN Para Games atau APG Thailand 2025.
Kedua atlet asal Kabupaten Sijunjung tersebut adalah Meliana Ratih (para Renang) dan Siti Aisyah (para renang) yang merupakan andalan Provinsi Sumatera Barat khususnya Kabupaten Sijunjung dalam setiap kejuaraan dibalik arahan dan binaan Yulidarti S.Pd,M.Pd sebagai pelatih.
Ketua Special Olympic Indonesia (SOINa) Kabupaten Sijunjung Nedia Fitri Benny Dwifa didampingi Wakil Ketua NPCI Sijunjung Ogi Gunardi mengatakan bahwa atlet dari Kabupaten Sijunjung tersebut, sebelumnya banyak menorehkan prestasi mentereng di sejumlah ajang. Seperti pada Peparnas, Asian Para games, Pesonas, dan Asian Youth Paragames di Dubai 2025, dimana Siti Aisyah meraih Tiga emas pada cabor Para renang.
Baca juga : Pemko Solok Tegaskan Komitmen Bangun SDM Berdaya Saing Global
“Kita mohon doa seluruh warga Kabupaten Sijunjung menyertai perjuangan atlet difabel yang akan berlaga di Thailand tersebut. Semoga mendapat hasil terbaik. Semangat terus, junjung sportivitas. Harumkan nama Indonesia, kibarkan Merah Putih dengan prestasi terbaik. Atlet asal Kabupaten Sijunjung semoga memberi kontribusi medali sebanyak-banyaknya,” ujarnya, Minggu (18/1/20).
Dua Atlet Asal Kabupaten Sijunjung Perkuat
Nedia Fitri juga menambahkan agar prestasi tersebut terus ditingkatkan dan memberikan motivasi serta membuka pintu lebar bagi para siswa SLB yang difabel maupun disabilitas untuk menyalurkan bakat yang dimiliki.
“Di balik kekurangan, pasti ada kelebihan yang Alloh S.W.T berikan bagi umatnya, jangan jadikan kekurangan tersebut sebagai beban, namun jadikan kekurangan tersebut menjadi kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh semua orang,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua NPCI Sijunjung Ogi Gunardi menambahkan bahwa seharusnya atlet yang ikut serta dalam ajang tersebut asal Kabupaten Sijunjung terutama Sumatera Barat berjumlah Tiga orang, namun satu orang di Cabor Tenis Meja gagal berangkat karena tidak dilombakan dalam kategori yang dipilih.
“Meskipun begitu, kita tetap memberikan penuh dukungan dan semangat bagi atlet kita yang berlaga maupun tidak berlaga, sebab mereka sudah terpilih melalui seleksi ketat dalam memperkuat tim Nasional Indonesia di ajang international tersebut,” (h/Ogi)





