BeritaNasional

IKB Pekanbaru Temui Gubernur Sumbar, Perjuangkan Mr. Assaat Datuak Mudo Jadi Pahlawan Nasional

13
×

IKB Pekanbaru Temui Gubernur Sumbar, Perjuangkan Mr. Assaat Datuak Mudo Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

PADANG, HANTARAN.Co – Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru bersama Tim Pengajuan Gelar Pahlawan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat di Kantor Gubernur, Rabu (21/1/25). Pertemuan ini dilakukan guna membahas rencana strategis pengusulan Mr. Assaat Datuak Mudo, tokoh bangsa asal Banuhampu, Agam, sebagai Pahlawan Nasional.


Ketua Umum IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat Minang terhadap sejarah bangsa. “Mr. Assaat bukan sekadar tokoh daerah, beliau adalah Acting Presiden Republik Indonesia pada masa krusial tahun 1949-1950. Tanpa peran beliau di Yogyakarta saat itu, sejarah kedaulatan RI mungkin akan berbeda,” ujarnya usai pertemuan.

Baca juga : Ketua DPRD Padang Muharlion Desak Penanganan Cepat Krisis Air Bersih


Dalam audiensi tersebut, Tim Pengusul memaparkan rencana kerja yang mencakup penyusunan naskah akademik, pengumpulan dokumen arsip negara, hingga penyelenggaraan Seminar Nasional yang menjadi syarat mutlak dalam UU No. 20 Tahun 2009.


“Kami ingin ‘Mambangkik Batang Tarandam’. Mr. Assaat adalah sosok berintegritas tinggi yang meletakkan dasar demokrasi lewat KNIP dan kedaulatan ekonomi melalui ‘Sistem Assaat’. Sudah sepatutnya negara memberikan pengakuan resmi sebagai Pahlawan Nasional,” kata Akmal Famajra, Ketua Tim Pengusul Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional.

IKB Pekanbaru Temui Gubernur Sumbar Perjuangkan Mr. Assaat


Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mahyeldi menginstruksikan instansi terkait untuk mendampingi proses administrasi agar pengusulan ini dapat berjalan lancar hingga ke tingkat pusat di Jakarta.


Akmal Famajra yang juga wartawan senior menjelaskan, Mr. Assaat Datuak Mudo lahir 18 September 1904 di Kubang Putiah, Banuhampu, Agam. Selain pernah menjadi pemimpin tertinggi negara, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang sangat sederhana dan konsisten berjuang demi kepentingan rakyat banyak hingga akhir hayatnya pada tahun 1976.


Gelar Mester yang diraih Assaat di University Leiden, Belanda ini, telah membuat sosok Assaat yang taat hukum dalam menjalankan tugasmya sebagai Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) -sekarang DPR RI dan Acting Presiden Republik Indonesia sewaktu Soekarno dan Hatta ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949.


Menurut Akmal Famajra bersama Hasril Caniago sebagai penulis draf Biografi Mr.Assaat Datuak Mudo, tokoh ini sangat layak dijadikan sebagai Pahlawan Nasional. “Sejarah mencatat, saat RI dalam kondisi kritis pasca-Agresi Militer, Mr. Assaat adalah sosok yang memegang kemudi Republik di Yogyakarta. Tanpa Mr. Assaat, mata rantai kedaulatan kita bisa terputus. Beliau adalah Presiden yang ‘tahu diri’ ketika mandat selesai, beliau menyerahkan kembali jabatan dengan penuh integritas,” kata Hasril Chaniago menjelaskan lebih lanjut

Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh masyarakat, IKB Pekanbaru optimis gelar Pahlawan Nasional untuk Mr. Assaat dapat dianugerahkan oleh Presiden RI pada momentum Hari Pahlawan 10 November mendatang.


Dikatakan, perjuangan ini kembali intensif dilaksanakan oleh IKB Pekanbaru. Sekarang, pihak anak Mr.Assaat, Muhammad Iqbal dan Lucy Sakura telah memberikan surat pernyataan kesediaan nama orang tuanya diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasiaonal. Demikian pula cucu dari pihak ibu Mr.Assaat, Muhammad Irfan telah menyataan kesediaan rumah peninggalan Acting Presiden RI di Kubang Putiah dapat dijadikan museum nasional.


Walinagari Kubang Putiah Delwizar bersama KAN dan Bamus serta Bundo kanduang Kubang Putiah, juga telah menyatakan dukungan penuh terhadap IKB Pekanbaru untuk memperjuangan Mr.Assaat sebagai Pahlawan Nasional.(h/hc)