Sumbar

Pengerjaan Tiga Proyek APBN Bernilai Rp20 Miliar Molor

5
×

Pengerjaan Tiga Proyek APBN Bernilai Rp20 Miliar Molor

Sebarkan artikel ini
Proyek

Payakumbuh, hantaran.Co–Pelaksanaan proyek fisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kota Payakumbuh menuai persoalan. Tiga proyek rehabilitasi gedung sekolah madrasah yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum hingga kini belum rampung, meski masa kontrak kerja telah berakhir.

Proyek yang berada di bawah Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU tersebut dikerjakan oleh PT Andica Parsaktian Abadi dengan nilai kontrak mencapai Rp20,25 miliar. Waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 126 hari kalender terhitung sejak 26 Agustus 2025.

Baca Juga : Bupati Solok Ikuti Rakernas APKASI 2026, Sinkronisasi Pusat–Daerah Jadi Sorotan

Namun berdasarkan pantauan Haluan, pekerjaan di tiga titik masih berlangsung meskipun batas akhir kontrak, yakni 31 Desember 2025, telah terlewati. Tiga lokasi tersebut berada di MAN 3 Payakumbuh, MTsN 2 Payakumbuh, serta satu madrasah tsanawiyah di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan.

Di MAN 3 Payakumbuh, aktivitas pembangunan masih terlihat berupa pemasangan keramik ruang kelas dan teras, pengecatan bangunan, serta pembuatan water tank. Sementara di MTsN 2 Payakumbuh, pekerjaan pemasangan bata masih dilakukan di sejumlah bagian gedung.

Kondisi serupa juga ditemukan di madrasah tsanawiyah di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan. Sejumlah bagian bangunan belum rampung dan pekerja masih terlihat melakukan aktivitas konstruksi di area sekolah.

Selain keterlambatan penyelesaian pekerjaan, Haluan juga menemukan persoalan lain di lapangan. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana standar keselamatan kerja, sementara material bangunan tampak berserakan di area proyek.