Berita

Pascabencana, Pemkab Agam Dorong Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Warga

3
×

Pascabencana, Pemkab Agam Dorong Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Pemkab
Pascabencana, Pemkab Agam Dorong Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Warga. ist

AGAM, HANTARAN.Co — Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengguncang fondasi ekonomi masyarakat. Sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga mengalami kelumpuhan, memaksa pemerintah daerah mencari jalan keluar jangka menengah bagi pemulihan ekonomi masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mulai mengarahkan ulang kebijakan pembangunan dengan menempatkan sektor pariwisata sebagai alternatif penopang ekonomi, khususnya bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Khasman Zaini, SE, MPA, menyebut perubahan arah kebijakan ini dilakukan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada sektor pertanian yang proses pemulihannya membutuhkan waktu panjang.

Baca juga : Gudang Rongsokan di Bypass Terbakar, Kerugian Mencapai Rp150 Juta

“Fokus ke depan bukan hanya membangun destinasi, tetapi bagaimana pariwisata benar-benar menjadi sumber pendapatan masyarakat,” ujar Khasman, Selasa (27/1/26).

Ia menjelaskan, Agam memiliki keunggulan geografis yang jarang dimiliki daerah lain. Keberadaan pegunungan, danau, dataran rendah, hingga wilayah pesisir dalam satu kawasan menjadikan Agam memiliki ragam potensi wisata alam yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pascabencana, Pemkab Agam Dorong

Kawasan Gunung Merapi dan Gunung Singgalang menawarkan daya tarik wisata dataran tinggi, sementara Danau Maninjau dengan lanskap kawah vulkanik dan jalur Kelok 44 telah lama dikenal sebagai ikon pariwisata. Potensi tersebut semakin lengkap dengan wilayah pesisir yang membuka peluang pengembangan wisata bahari.

Menurut Khasman, penguatan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari upaya pemulihan pascabencana. Selain merusak akses menuju beberapa objek wisata, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian masyarakat.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Agam mencatat sekitar 1.803,91 hektare lahan komoditas pangan terdampak bencana, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari ringan hingga berat.

“Untuk memulihkan lahan pertanian tentu butuh waktu lama. Karena itu, masyarakat perlu sumber penghasilan alternatif agar tetap bisa bertahan,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Agam mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata. Bentuknya antara lain melalui pengelolaan homestay, usaha kuliner lokal, jasa pemandu wisata, serta pengembangan produk kerajinan khas daerah.

“Pariwisata harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika pendapatan warga meningkat, ekonomi daerah pun akan bergerak dan bangkit bersama,” pungkasnya. (h/dpt)