Ekonomi

Kopdes Merah Putih Didorong Atasi Masalah Pasar UMKM Desa/Nagari

3
×

Kopdes Merah Putih Didorong Atasi Masalah Pasar UMKM Desa/Nagari

Sebarkan artikel ini
Kopdes

Jakarta, hantaran.Co–Keterbatasan akses pasar masih menjadi persoalan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa/nagari di berbagai daerah. Produk lokal kerap kalah bersaing, bukan karena kualitas, melainkan minimnya saluran distribusi dan kepastian serapan pasar yang berkelanjutan.

Menjawab persoalan tersebut, pemerintah terus mendorong penguatan Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk menyerap produk lokal sekaligus memperluas pasar UMKM desa. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi rakyat sepanjang 2026.

Baca Juga : Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib di SMA Sederajat

Kopdes Merah Putih dirancang untuk mengoptimalkan potensi produksi lokal serta menciptakan lapangan kerja berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan. Melalui skema koperasi, produk UMKM diharapkan tidak lagi bergantung pada pasar konvensional yang fluktuatif.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih sudah beroperasi pada Maret hingga April mendatang, sebagai tahap awal dari total rencana 81 ribu koperasi secara nasional.

“Kami menargetkan minimal 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih sudah berfungsi pada Maret hingga April sebagai fondasi penguatan ekonomi desa,” ujar Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.

Kopdes Tulang Punggung Perekonomian

Presiden optimistis percepatan pembentukan koperasi desa akan berdampak langsung terhadap peningkatan serapan produk UMKM. Hingga akhir 2026, jumlah koperasi aktif ditargetkan mencapai sedikitnya 60 ribu unit.

“Pada Desember 2026, kami menargetkan koperasi aktif sudah menembus sekitar 60 ribu unit sehingga mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara luas,” katanya.

Menurut Presiden Prabowo, koperasi desa akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat dengan memperkuat rantai produksi dan distribusi berbasis lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor. “Penguatan koperasi ini akan mendorong kebangkitan ekonomi nasional dari desa dan memperkuat seluruh sektor usaha rakyat,” tegasnya.

Dari sisi teknis, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang menyerap produk UMKM setempat secara berkelanjutan.

“Kopdes Merah Putih kami rancang untuk membuka ruang ekonomi baru, termasuk menyerap produk UMKM desa dan menciptakan lapangan kerja bagi milenial dan Gen Z,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan koperasi agar mampu mengelola produk lokal secara profesional. Hingga kini, lebih dari 44 ribu titik lahan telah dipetakan sebagai lokasi gerai Kopdes Merah Putih, dengan sekitar 13 ribu titik telah terbangun.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menegaskan, Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai distributor, tetapi juga bagian dari ekosistem industrialisasi desa. Produk lokal akan diolah, dikemas, dan dipasarkan secara modern sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan ketergantungan pada impor.