Berita

Pemkab Pessel: Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp2,9 Miliar untuk 1.081 PPKS

4
×

Pemkab Pessel: Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp2,9 Miliar untuk 1.081 PPKS

Sebarkan artikel ini
Pessel
Pemkab Pessel: Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp2,9 Miliar untuk 1.081 PPKS. ist

PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) bekerja sama dengan Sentra Terpadu Intensoeno (STIS) Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut berlangsung di Kantor Camat Sutera, Selasa (27/1/2026).

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2.954.923.075 atau hampir Rp3 miliar. Bantuan tersebut menyasar 1.081 PPKS yang tersebar di berbagai nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.

Program ATENSI ini mencakup berbagai bentuk bantuan kebutuhan dasar hingga alat penunjang kemandirian. Di antaranya bantuan nutrisi, perlengkapan kamar dan perlengkapan tidur, perlengkapan sekolah, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Bantuan diberikan secara terarah sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Baca juga : Bupati Pesisir Selatan: LKAAM Benteng Adat di Tengah Arus Globalisasi

Sasaran penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kementerian Sosial RI dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan di Pesisir Selatan yang menjangkau 15 kecamatan.

Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sentra Terpadu Intensoeno Kemensos RI yang telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Pemkab Pessel: Kemensos Salurkan

“Dengan dilaksanakannya kegiatan pemberian bantuan ini, masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) merasa diperhatikan dan terbantu, sehingga dapat meringankan beban ekonomi yang semakin tinggi,” ujar Hendrajoni.

Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperhatikan kondisi sosial masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan keadilan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian negara.