Agam, hantaran.Co–Legislator DPRD Kabupaten Agam, Syafril SE Dt Rajo Api mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat bersama perantau Simaung Lariang, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, yang berhasil merampungkan perbaikan jalan Kampung Pili–Durian Gonjo–Padang Manggih pascalongsor. Jalan yang sebelumnya terputus kini kembali dapat difungsikan dan menjadi akses vital bagi aktivitas warga.
Anggota DPRD Agam ini menyebut keberhasilan tersebut sebagai contoh nyata kekuatan solidaritas sosial masyarakat nagari. Tanpa menunggu bantuan besar, warga setempat bergerak cepat dengan mengandalkan kebersamaan, dukungan perantau, serta pemanfaatan material alam sekitar.
Baca Juga : Bamus Evaluasi Kegiatan DPRD Agam Selama Januari 2026
“Ini patut diapresiasi. Ketika masyarakat dan perantau bersatu, persoalan besar seperti dampak longsor bisa diatasi bersama. Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan nagari,” ujarnya, Selasa (27/1/2026)
Diketahui, perbaikan jalan dilakukan melalui dua tahap pengerjaan yang akhirnya tuntas pada Senin, 26 Januari 2026. Material berupa pasir, kerikil dan batu diambil dari sungai sekitar, sementara dana perbaikan berasal dari donasi masyarakat kampung dan perantau Simaung Lariang.
Legislator yang juga tokoh masyarakat Simaung Lariang ini menyampaikan bahwa keberhasilan perbaikan jalan tersebut merupakan hasil kekompakan seluruh elemen masyarakat lintas generasi dan wilayah.
“Alhamdulillah, dua tahap perbaikan jalan Durian Gonjo telah selesai dilaksanakan. Ini berkat kebersamaan masyarakat, perantau, para donatur, tukang, hingga ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi,” ujar tokoh yang akrab disapa Nyiak Api itu.
Perbaikan Jalan Meliputi Pelebaran
Perbaikan jalan meliputi pelebaran badan jalan serta pengedaman saluran air berbentuk U. Jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, kini sudah kembali terbuka dan menjadi urat nadi perekonomian serta aktivitas sosial masyarakat.
Berdasarkan laporan keuangan panitia, total pengeluaran perbaikan jalan mencapai puluhan juta rupiah. Seluruh sumbangan, baik berupa dana maupun bahan bangunan, telah digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan material dan upah kerja.
“Dengan selesainya pengerjaan ini, dapat kami sampaikan bahwa tidak ada hutang dan tidak ada sisa kas. Pekerjaan selesai dan pengumpulan donasi resmi ditutup,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah beberapa hari dan kondisi jalan benar-benar mengeras, ruas tersebut sudah aman dilalui kendaraan roda empat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.






