Sijunjung, hantaran.Co– Di tengah tantangan sektor pertanian yang kian kompleks, secercah harapan tumbuh dari Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto. Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) memperkenalkan konsep smart farming hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai jalan menuju pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut digelar pada Senin (26/1/2026) kemarin dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), kepala desa, serta penyuluh pertanian setempat. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pertanian masa kini.
Baca Juga : Penanganan Darurat Sektor Pertanian Melalui Alih Komoditas
Enam mahasiswa KKN UNP menjadi penggerak utama kegiatan ini. Mereka dipimpin oleh Imelia dari Program Studi Agribisnis, dengan anggota Ilhamsyah dari Pendidikan Teknik Mesin, Aditya Rudios Putra dari Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika, Fiski Atha Nasution dari Teknik Mesin, Febbi Anatasya dari Pendidikan Kimia, dan Alifna Winta Cahyani dari Kimia Non-Kependidikan.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan konsep dasar smart farming hidroponik, manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, serta pengenalan teknologi IoT yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem hidroponik.
Aditya Rudios Putra, mahasiswa Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika yang menjadi penanggung jawab kegiatan, berharap program ini dapat membuka wawasan baru masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern.
“Dengan penerapan smart farming hidroponik berbasis IoT, petani dapat memantau dan mengendalikan kondisi tanaman secara realtime melalui perangkat smartphone. Ini memungkinkan optimalisasi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi risiko gagal panen,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini masyarakat Desa Silungkang Oso diharapkan selangkah lebih maju menuju pertanian 5.0, yang menitikberatkan pada integrasi teknologi digital dalam sektor agrikultur.
Kepala Desa Silungkang Oso Sambut Positif Mahasiswa
Sementara itu, Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN UNP tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong transformasi pertanian desa ke arah yang lebih modern dan berdaya saing.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi untuk mewujudkan Desa Silungkang Oso sebagai sentra pertanian modern di masa depan,” kata Ferdinal.
Tak hanya sosialisasi, mahasiswa KKN UNP juga menggelar pelatihan praktik pembuatan instalasi hidroponik sederhana, serta penggunaan aplikasi IoT untuk memantau dan mengelola tanaman. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi mengenai peluang penerapan teknologi tersebut di desa mereka.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan praktik pembuatan minyak kemiri, salah satu komoditas unggulan pertanian Desa Silungkang Oso, sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai tambah hasil pertanian lokal.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.






