Berita

Mahasiswi UPERTIS Sabet Penghargaan Best Advokasi di Ajang Putera Puteri Kampus Sumbar 2025

29
×

Mahasiswi UPERTIS Sabet Penghargaan Best Advokasi di Ajang Putera Puteri Kampus Sumbar 2025

Sebarkan artikel ini
UPERTIS
Mahasiswi UPERTIS Sabet Penghargaan Best Advokasi di Ajang Putera Puteri Kampus Sumbar 2025. ist

Padang, HANTARAN.Co – Mahasiswi Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS), Yola Ukhtiani, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Top 15 sekaligus Best Advokasi dalam ajang Putera Puteri Kampus Sumatera Barat 2025. Grand final kompetisi bergengsi tingkat provinsi ini digelar di Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Padang, Jumat (10/1/2026).

Yola Ukhtiani merupakan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi angkatan 2023 Universitas Perintis Indonesia. Ia berhasil menyisihkan 70 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat dalam ajang yang menitikberatkan pada kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap isu sosial dan budaya daerah.

Event ini didukung penuh oleh VIM management dan PT. Witbox Creative Media yang juga merupakan agensi yang mengelola akun terkenal komedi minang yaitu @minanglipp dan @ota_lapau. Kompetisi ini menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda untuk tampil sebagai duta kampus dan budaya di tingkat provinsi.

Baca juga : Penanganan Darurat Sektor Pertanian Melalui Alih Komoditas

Bagi Yola, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi personal. Ada misi besar yang ia junjung di pundaknya yaitu ingin mengharumkan nama Program Studi Ilmu Komunikasi UPERTIS di kancah Sumatera Barat. Ia ingin membuktikan bahwa mahasiswa komunikasi bukan hanya pandai berteori, tapi juga mampu menjadi representasi terbaik di tingkat provinsi.

“Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya kuat di teori, tetapi juga mampu tampil sebagai representasi terbaik di tingkat provinsi,” ujar Yola, Kamis (29/1/2025).

Mahasiswi UPERTIS Sabet Penghargaan

Keberhasilan Yola Ukhtiani meraih gelar Puteri Kampus Advokasi Sumbar 2025 bukanlah hasil yang instan. Sebelum mencapai titik ini, Yola telah melewati fase persiapan yang cukup panjang dan intensif selama kurang lebih tiga bulan guna memastikan seluruh aspek kompetisi telah dikuasai dengan matang.

“Kunci utama saya adalah manajemen waktu yang ketat serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Tanpa itu, akan sulit bertahan di tengah padatnya proses seleksi,” ucap Yola.

Bagi Yola, kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan sebuah usaha untuk membangun karakter dan kepemimpinan. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuan public speaking dan komunikasi praktisnya, sekaligus menjadi pelengkap dari pembelajaran teoritis yang diperoleh di bangku kuliah.

Ia pun menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang mengiringi langkahnya, mulai dari keluarga, teman, tim pendukung, dosen, hingga pihak kampus.

“Saya sangat bersyukur diberi kepercayaan mewakili kampus. Dukungan dari keluarga dan civitas akademika UPERTIS menjadi energi terbesar saya sepanjang proses ini,” katanya.

Ia berharap prestasinya ini bisa memantik semangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya agar tidak hanya terpaku pada prestasi akademik, tetapi juga berani mengeksplorasi potensi diri di bidang non-akademik.

“Saya berharap ajang ini dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan generasi muda yang kompeten, kreatif, dan inovatif. Semoga kedepannya semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk mencintai budaya Sumatera Barat dan berani tampil sebagai perwakilan universitas di ajang-ajang positif seperti ini,” ujarnya. (h/dna)

Oleh: Aisyah, Anggi Syakhira S, Fahmi Mahendra, Fajar Bangkit D P, dan M. Nabiel Ramadhan