PADANG PARIAMAN, HANTARAN.Co — Lonjakan harga emas yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan masyarakat di Pasar Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli di sejumlah toko emas, yang kini tampak lebih sepi dibandingkan biasanya, meski pada hari pasar yang selama ini identik dengan keramaian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (29/1/2026), harga emas perhiasan di Pasar Sungai Geringging mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut berdampak pada penurunan aktivitas transaksi, di mana banyak pengunjung pasar memilih menunda pembelian dan hanya sebatas menanyakan harga tanpa merealisasikan transaksi jual beli.
Situasi tersebut tampak jelas pada jam-jam yang biasanya dipadati pengunjung. Emas yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat, baik sebagai perhiasan maupun sarana investasi, kini justru mengalami penurunan minat beli. Kenaikan harga yang terus berlanjut membuat sebagian besar warga memilih bersikap menunggu, menunda pembelian hingga harga dinilai kembali stabil.
Baca juga : Mahasiswi UPERTIS Sabet Penghargaan Best Advokasi di Ajang Putera Puteri Kampus Sumbar 2025
Salah seorang pedagang emas di Pasar Sungai Geringging, Zeneta (36), mengungkapkan bahwa kondisi perdagangan saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejak harga emas terus mengalami kenaikan, omzet penjualan mengalami penurunan cukup signifikan.
“Kalau dulu dalam sehari bisa terjadi beberapa kali transaksi, sekarang kadang dari pagi hingga siang belum tentu ada pembeli. Banyak pengunjung datang hanya untuk menanyakan harga, setelah itu langsung pergi,” ujarnya
Harga Emas Terus Naik
Menurut para pedagang, kenaikan harga emas tidak terlepas dari berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Ketidakpastian ekonomi internasional mendorong investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai yang relatif aman, sehingga permintaan meningkat dan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
Selain faktor global, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing juga turut memberikan tekanan terhadap harga emas di dalam negeri. Kondisi tersebut menyebabkan harga emas di pasar lokal ikut terkerek naik, termasuk di Pasar Sungai Geringging, sehingga berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Dampak kenaikan harga emas tidak hanya dirasakan para pedagang, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Rita (34), warga Sungai Geringging, mengaku harus mempertimbangkan kembali rencananya membeli emas sebagai bentuk tabungan akibat harga yang terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada melambatnya perputaran uang di sektor perdagangan emas.
Tanpa adanya keseimbangan antara harga dan daya beli masyarakat, aktivitas perdagangan emas dikhawatirkan akan terus mengalami perlambatan. Karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pelaku ekonomi, agar pasar tradisional tetap bergeliat dan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat lokal. (h/rat)






