PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan terus memacu kualitas tata kelola keuangan agar semakin akuntabel dan profesional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggandeng Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Painan untuk memberikan sosialisasi optimalisasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) serta pengelolaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara.
Kegiatan yang digelar di kantor Bawaslu Pesisir Selatan, Selasa (10/2/2026), ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan (Pessel), Rinaldi, menyebutkan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai strategi dan langkah teknis untuk meraih nilai IKPA dan LPJ Bendahara yang optimal.
Baca juga : Kebakaran di Padang Besi, 1 Warga Alami Luka Bakar
“Pada tahun 2025 lalu, skor IKPA kami mencapai 99,83. Ini sudah sangat baik, namun kami menargetkan capaian sempurna. Karena itu, kami mengundang KPPN Painan untuk memberikan pendampingan sekaligus penguatan kapasitas bagi jajaran sekretariat,” ujar Rinaldi.
Ia menyebut, pencapaian IKPA maksimal tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat, baik di internal Bawaslu maupun dengan mitra eksternal.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai sarana menyamakan persepsi dalam pelaksanaan anggaran.
Kejar Skor Sempurna, Bawaslu
Menurutnya, konsolidasi internal dan eksternal yang selama ini dilakukan Bawaslu Pesisir Selatan harus terus diperkuat, terutama dalam menjaga konsistensi dan tanggung jawab penggunaan anggaran.
“Ke depan, saya berharap seluruh jajaran semakin konsisten dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Setiap anggaran yang dikeluarkan, baik belanja modal maupun belanja pegawai, harus jelas peruntukan dan pertanggungjawabannya,” kata Afriki.






