Opini

Marhaban Ya Ramadan

1
×

Marhaban Ya Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ramadan

Marhaban ya Ramadan berarti “Selamat datang wahai bulan Ramadan,” sebuah ungkapan yang bukan sekadar tradisi, melainkan wujud kegembiraan seorang Muslim dalam menyambut bulan yang penuh rahmat, ampunan, serta pembebasan dari api neraka.

Allah SWT menghadirkan bulan Ramadan sebagai momentum penting untuk penyucian jiwa, peningkatan iman, dan perbaikan diri, sehingga setiap Muslim memiliki kesempatan besar untuk memperbarui kualitas keimanannya.

Baca Juga : Sumbar Catatkan Nol Pengungsi 3 Bulan Pascabencana

Ramadan adalah bulan yang penuh keutamaan, karena Allah SWT mewajibkan puasa kepada orang-orang beriman sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat terdahulu, dengan tujuan utama agar manusia mencapai derajat takwa.

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan dari ucapan yang buruk, serta memperbanyak amal saleh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Allah SWT juga berfirman: “Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al Baqarah: 185)

Selain itu, Allah SWT juga menegaskan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, yang membimbing kehidupan menuju jalan yang benar.

Baca Juga  Dharmasraya Bentuk 17 Tim Safari Ramadan, Pesan Pembangunan untuk Masyarakat

Kemuliaan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an mendorong setiap Muslim untuk memperbanyak tilawah dan menghidupkan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan cahaya kehidupan.

Dalam hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu, sebagai tanda terbukanya peluang besar untuk berbuat kebaikan.

Rasulullah bersabda: “Apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Hal ini menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan maghfirah, yaitu bulan ampunan, di mana pintu taubat terbuka luas bagi siapa pun yang sungguh-sungguh kembali kepada Allah SWT.

Salah satu keistimewaan terbesar di bulan Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al Qadr: “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 3)

Baca Juga  Pemko Padang Matangkan Kesiapan Masjid Hadapi Ramadan

Pada malam Lailatul Qadar, setiap Muslim dianjurkan untuk memperbanyak shalat, doa, dan istighfar, karena pahala yang diberikan Allah SWT pada malam tersebut sangat besar dan penuh keberkahan.

Di Bulan Ramadan Laksanakan Berbagai Amalan

Di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan berbagai amalan utama seperti puasa wajib, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, beriktikaf di masjid, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin tampak di bulan Ramadan, sehingga menjadi teladan bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian sosial (HR. Bukhari).

Menyambut Ramadan dengan hati yang gembira merupakan tanda keimanan, sebagaimana para sahabat dahulu berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan dan berdoa setelahnya agar amal mereka diterima oleh Allah SWT.

Ramadan mengajarkan banyak hikmah kehidupan, di antaranya kesabaran, keikhlasan, empati kepada fakir miskin, serta disiplin dan pengendalian diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Marhaban ya Ramadan, bulan penuh cahaya dan keberkahan, mari kita sambut dengan taubat yang tulus, niat yang ikhlas, dan semangat memperbanyak ibadah, semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang meraih takwa, ampunan, dan kemuliaan di bulan suci ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

OLEH: H. Mustafa, MA

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat