Payakumbuh, hantaran.Co–Tim Safari Ramadan (TSR) Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta, mengunjungi Masjid Wustha, Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (19/2/2026).
TSR Sumbar menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta guna mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Rombongan turut didampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh.
Baca Juga : Hadapi Malut United, Laga Penting yang Tak Mudah Bagi Semen Padang FC
Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar melalui TSR.
“Atas nama Pemko Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi penyemangat bagi masyarakat dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemko Payakumbuh terus mendorong percepatan pembangunan Masjid Wustha agar lebih representatif dan nyaman digunakan untuk beribadah. Menurutnya, penguatan fungsi masjid menjadi bagian dari komitmen Payakumbuh sebagai kota religius.
“Kota Payakumbuh memiliki 112 masjid. Ini menjadi potensi besar dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Elzadaswarman juga berharap arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat berjalan aman dan lancar sehingga tradisi silaturahmi masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan sekaligus memperkuat persatuan.
“Di bulan baik ini kita harus banyak menabur kebaikan untuk mencegah kemungkaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, Safari Ramadan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalin silaturahmi serta mempererat ukhuwah dengan masyarakat. Kapolda juga mengingatkan agar perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tidak menjadi pemicu perpecahan.
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk berpecah, tetapi sebagai ruang saling menghargai dan menjaga silaturahmi,” katanya.
Kapolda Soroti Soal Keamanan
Dalam kesempatan itu, Gatot turut menyoroti persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya ancaman peredaran narkoba yang masih mendominasi kasus penahanan di wilayah hukum Polda Sumbar.
“Tahanan kami hampir 1.000 orang dan didominasi anak muda. Mari bersama-sama kita perangi narkoba,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan pembinaan generasi muda melalui peningkatan iman, adab, kedisiplinan, serta membiasakan Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Dengan pola hidup teratur dan disiplin, insyaallah generasi muda kita akan menjadi pribadi tangguh dan calon pemimpin masa depan,” tutupnya.



