Sumbar

1 Tahun Kepemimpinan Mahyeldi-Vasko, Ketika “Gercep” Hanya Sebatas Tagline

1
×

1 Tahun Kepemimpinan Mahyeldi-Vasko, Ketika “Gercep” Hanya Sebatas Tagline

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi

Padang, hantaran.Co–“Gerak Cepat (Gercep) untuk Sumbar” menjadi tagline utama yang diusung pasangan Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy saat mencalonkan diri menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Namun nyatanya, setelah setahun menjabat, pertumbuhan ekonomi Sumbar masih jauh dari kata “gercep”.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumbar, Buchari Bachter menilai, melihat periode setahun ke belakang, kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasko Ruseimy masih kurang progresif.”Satu tahun kinerja Gubernur-Wagub sejauh ini masih on the track (tetap pada jalurnya). Akan tetapi, kalau dikaitkan dengan tagline-nya, justru kurang gercep,” ujar pria yang akrab disapa Ai itu kepada Haluan, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga : Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksikan Berada di Koridor Aman

Menurutnya, butuh langkah yang lebih cepat dan kolaborasi yang lebih solid untuk mempercepat kemajuan Sumbar, khususnya sektor ekonomi.”Intinya harus inklusif, kolaboratif, dan progresif. Inklusif maksudnya melibatkan pihak lain tanpa melihat dan membedakan mana partai pendukung dan partai tidak pendukung. Mana UMKM mana yang UKM besar. Kemudian kolaborasi maksudnya semua pemangku kepentingan harus berkolaborasi, misalnya praktisi, akademisi, dan para ahli. Kemudian progresif bergerak cepat,” ujarnya.

Baca Juga  TMMD di Dharmasraya, Bupati: Kebersamaan TNI Bersama Rakyat

Selain itu, ia menyebut, kondisi ekonomi Sumbar bisa dilihat dari data pertumbuhan ekonomi yang tercatat cuma 3,36 persen, termasuk inflasi yang lebih dari 4 persen dan pinjaman bank yang juga tidak terlalu tinggi. Hal ini juga menjadi tantangan dan tolok ukur tersendiri.

Menurutnya pemerintah daerah (pemda) juga perlu berkoordinasi dengan sektor yang potensial. “Kalau untuk infrastruktur sudah pasti, tapi kita juga perlu juga fokus pada program pemerintah pusat. Ada yang namanya MBG, Koperasi Merah Putih, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, hingga Program 3 Juta Rumah. Sekarang kan belum terlalu terlihat, makanya harus dikelola dengan lebih baik lagi. Intinya, harus lebih progresif,” ucapnya.

Baca Juga  Angka Stunting Naik di Agam, BKKBN Sumbar dan Anggota DPR RI Sosialisasi di Nagari Magek

Menurut Ai, Sumbar sebenarnya diuntungkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus, finansial dari rantau cukup bagus, hingga lahan pertanian dan hilirisasi yang juga masih bagus, yang menurutnya hanya perlu dijalankan secara lebih optimal.

Ke depannya, ia berharap pemda lebih melibatkan praktisi dan organisasi pengusaha di bawah Kadin, seperti Apindo, Organda, Gapensi, PHRI, HIPMI, JAPNAS, IWAPI, dan sejumlah organisasi lainnya. “Organisasi-organisasi ini bisa ditandem dan dirangkul untuk menggeber program kerja pemda,” ucapnya.