DHARMASRAYA, HANTARAN.Co — Dalam suasana hangat Ramadan yang sarat kebersamaan, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan tiga pesan tegas kepada jajaran Forkopimda, insan pers, dan organisasi kepemudaan (OKP) saat acara buka bersama di Rumah Dinas Bupati Dharmasraya, Minggu (1/3/2026). Di balik nuansa silaturahmi, terselip penegasan arah kepemimpinan dan komitmen pelayanan publik yang tak boleh surut di tengah tantangan efisiensi anggaran.
Bupati perempuan pertama di Sumatera Barat itu menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) responsif terhadap pertanyaan wartawan dan tidak menunda penyampaian informasi.
Baca juga : Rumah Dinas Hakim PN Bukittinggi Empat Kali Disatroni Maling, Polisi Amankan CCTV
“Terkait teknis silakan rekan-rekan wartawan bertanya kepada Kepala OPD. Kalau tidak direspons, segera WA saya,” tegas Annisa di hadapan para undangan.
Pesan kedua, ia mengajak seluruh elemen daerah menyukseskan program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara pesan ketiga menyoroti kondisi fiskal daerah. Annisa mengakui sejak awal masa jabatannya, beban anggaran cukup berat akibat kebijakan efisiensi. Namun demikian, ia menegaskan hal tersebut bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Annisa Suci Ramadhani Sampaikan Tiga Pesan
“Memang sejak saya menjabat sudah berat beban anggaran karena efisiensi, tetapi itu bukan alasan untuk tidak bergerak dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Annisa juga menanggapi isu yang berkembang terkait pembayaran kerja sama lampu jalan. Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan audit, kerja sama tersebut dinilai merugikan daerah sehingga belum dapat dibayarkan.
“Itulah sebabnya belum dan tidak dibayarkan, karena setelah diaudit kerja sama itu merugi,” jelasnya.
Selain itu, ia menyinggung soal program MBG yang sempat menjadi sorotan. Menurutnya, program tersebut pada dasarnya baik dan tetap berjalan. Namun, jika dalam pelaksanaannya ditemukan ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP), maka yang ditindak adalah pelaksananya, bukan programnya.
“Programnya bagus, tetapi jika ada yang tidak sesuai SOP, itu yang kita tindak, bukan MBG-nya yang dihentikan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Annisa menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.
“Dengan kolaborasi, kita terus bergerak dan berjalan untuk membangun serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Acara buka bersama tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh dialog, memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, insan pers, dan organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Dharmasraya. (h/mdi)





