Lima Puluh Kota

Berbagi dari Rumah Juang, Siska Hadir tanpa Sekat di Tengah Warga

0
×

Berbagi dari Rumah Juang, Siska Hadir tanpa Sekat di Tengah Warga

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HANTARAN.CO – Pagi itu, halaman Kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Nagari Batu Balang tampak lebih hidup dari biasanya.

Warga datang silih berganti, sebagian membawa kantong belanja, sebagian lagi sekadar ingin bersalaman. Di sudut ruangan, Siska berdiri tanpa jarak, menyapa satu per satu dengan senyum yang terasa akrab.

Menjelang Idulfitri tahun ini, Siska membagikan 1.550 paket sembako kepada masyarakat di Dapil I Kabupaten Lima Puluh Kota, meliputi Kecamatan Harau dan Payakumbuh. Bantuan itu disalurkan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Maret 2026.

Di balik paket berisi minyak goreng, ayam, sirup dan gula, terselip cerita tentang kedekatan yang sudah lama terjalin. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar bantuan, tetapi pengingat bahwa ada wakil rakyat yang benar-benar hadir dalam keseharian mereka.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Harga Cabai Merah Merangkak Naik

“Saat ini kursi PDIP baru satu di Lima Puluh Kota. Sebagai yang diamanahkan menjadi ketua DPC, kita tentu punya tekad memiliki kursi dari setiap dapil di DPRD,” ujar Siska, di sela kegiatan.

Namun, bagi Roza (34), warga Nagari Lubuak Batingkok, yang paling terasa bukanlah soal politik, melainkan perhatian yang tulus. Ia menyebut Siska sebagai sosok yang cepat tanggap dan dekat dengan masyarakat.

“Karena masih baru di DPRD, Siska sering membangun komunikasi. Kami sering sharing terkait aspirasi. Tidak ada dinding pembatas antara kami dan dia,” ucap Roza.

Hal serupa disampaikan Ira (45). Baginya, kedekatan itu bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba sejak Siska duduk di kursi dewan. Jauh sebelum itu, kebiasaan berbagi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga  Pramuka Payakumbuh Salurkan 70 Paket Sembako Jelang Idulfitri

“Sejak SMA kami sudah bersama. Siska itu tidak pernah lupa dengan orang-orang yang dulu berjuang dengannya,” kenang Ira.

Di tengah hiruk-pikuk pembagian sembako, suasana terasa lebih seperti pertemuan keluarga besar daripada kegiatan formal. Tawa kecil, obrolan ringan dan sapaan hangat mengalir tanpa canggung.

Di “rumah juang” itu, Siska seolah menegaskan satu hal sederhana, bahwa menjadi wakil rakyat bukan hanya soal kursi dan kebijakan, tetapi tentang menjaga hubungan, merawat kepercayaan dan hadir tanpa sekat di tengah masyarakat. (*)