Berita

Lisda Hendrajoni Apresiasi Diplomat Asing Belajar Bahasa Indonesia

17
×

Lisda Hendrajoni Apresiasi Diplomat Asing Belajar Bahasa Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, hantaran.co – Sebanyak 134 warga asing dari 50 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional bakal mengikuti kegiatan program belajar bahasa Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, bakal melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bekerjasama dengan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni yang juga bermitra dengan Kemendikbud Ristek mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan hal itu sebagai upaya untuk memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat di seluruh dunia.

Baca Juga  BMKG Catat 47 kali Gempa Sejak 14 hingga 16 Oktober 2025

“Tentunya kami sangat apresiasi langkah Kemendikbud tersebut dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia. Hal ini merupakan bagian dari upaya memajukan bangsa dan negara Indonesia di kancah global,” ujar Lisda pada wartawan, Sabtu (24/2/2024).

Srikandi Nasdem itu menyebut, bahwa bahasa adalah jembatan emas bagi bangsa Indonesia dalam menjalin kerja sama dan hubungan yang saling menguntungkan dengan bangsa dan negara lainnya. Bahkan, kata Lisda, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO.

“Kami juga sangat bersyukur karena saat ini bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO. Program Bahasa Indonesia untuk para diplomat tersebut kiranya terkoneksi dengan penetapan UNESCO tersebut,” katanya.

Baca Juga  Dorong Gizi Berkualitas, DPR RI dan BGN Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Lima Puluh Kota

Kedepannya menurut politisi asal Sumatera Barat ini, program belajar Bahasa Indonesia harus menjangkau lebih luas lagi sehingga dapat dipelajari oleh seluruh pihak di belahan dunia manapun.

“Kami berharap kedepannya program tersebut hendaknya tidak hanya diberikan kepada para diplomat asing yang bekerja di Indonesia, tetapi juga harus dibuka lebih luas lagi kepada semua pihak yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia,” ucapnya lagi.

Okis/hantaran.co