Nasional

PB IDI Sebut Ratusan Dokter Meninggal Dunia Karena Covid-19

18
×

PB IDI Sebut Ratusan Dokter Meninggal Dunia Karena Covid-19

Sebarkan artikel ini
Penguburan Pasien Covid-19. IST

JAKARTA, hantaran.co — Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat hingga Jumat, (9/10) total 132 dokter telah meninggal akibat Covid-19. Tenaga kesehatan terus berguguran selama pandemi Covid-19 berlangsung 8 bulan di Indonesia.

“Tim Mitigasi PB IDI mengumumkan bahwa selama minggu pertama Oktober 2020, sudah ada 5 dokter meninggal sehingga total ada 132 dokter wafat akibat Covid,” sebut Tim Mitigasi PB IDI dalam keterangan tertulis yang dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (9/10/2020).

Dari 132 dokter meninggal, ada 68 dokter umum termasuk di dalamnya 4 guru besar, 62 dokter spesialis dengan 5 guru besar, dan 2 dokter residen.

Baca Juga  Fadli Zon Minta Timsus Polri Segera Tahan Istri Ferdy Sambo

Kematian dokter terbanyak berasal dari Jawa Timur dengan 31 dokter, lalu Sumatera Utara 22 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 9 dokter.

Lalu Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 4 dokter, Riau 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter.

Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, masing-masing mencatat 2 kematian dokter. Selanjutnya Banten 1 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Dalam keterangan tersebut juga, IDI menyampaikan salah satu penyebab kematian pada dokter adalah karena lonjakan pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG).

Baca Juga  Seluruh Moda Transportasi Mudik Dilarang Beroperasi Mulai Tanggal 6 - 17 Mei 2021, Begini Penjelasan Kemenhub RI

“Hal ini dikarenakan lonjakan pasien Covid terutama Orang Tanpa Gejala (OTG) terutama yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah juga meningkat,” tuturnya.

Satgas Covid-19 mencatat jumlah kasus positif secara nasional pada Kamis (8/10) sebanyak 320.564 kasus, kasus sembuh 244.060 kasus, dan kematian 11.580 kasus.  (*)

CNNIndonesia.com/hantaran.co