Nasional

Ini Kata BNPB Soal Antisipasi Fenomena La Nina

35
×

Ini Kata BNPB Soal Antisipasi Fenomena La Nina

Sebarkan artikel ini
BMKG
Perkiraan Cuaca. Ilustrasi

BOGOR, hantaran.co — Fenomena La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Merespons situasi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, menyampaikan, yang paling penting dalam mitigasi adalah mitigasi nonstruktural. Secara khusus, Doni menekankan pada aspek perilaku dalam menjaga lingkungan.

“Dan kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan. Ini akan bisa mengurangi risiko,” ujar Doni pada Selasa (20/10/2020) di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga  Mobile Lab BSL-2 Varian Bus Resmi Diluncurkan untuk Percepatan 3T di Daerah, Ini Kelebihannya

Ia  menambahkan bahwa dengan menjaga alam, masyarakat dapat menghindari risiko terjadinya korban jiwa. Menurutnya, BNPB telah melihat adanya upaya positif yang dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah. Tak hanya itu, mereka telah melibatkan banyak komponen dalam mitigasi bencana, seperti dalam merespon informasi curah hujan tinggi untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi dari hulu,” kata Doni yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Harapannya, informasi tadi ditindaklanjuti oleh masyarakat yang tingga di sekitar hulu sehingga mereka dapat mengantisipasi dengan melakukan evakuasi dini. “Nah, ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir atau banjir bandang tiba, masyarakat akan selamat,” tambahnya. (*)

Baca Juga  Satgas Covid-19 Sebut Akurasi Data Kunci Kebijakan Efektif

bnpb.go.id/hantaran.co