“Kegiatan sempat diundur menilai keselamatan peserta di tengah bencana yang terjadi di Kabupaten Agam. Bahkan hingga saat ini curah hujan masih cukup tinggi serta banyak titik rawan longsor di jalan penghubung Kabupaten Agam,” ujar Suhendra.
Ia menambahkan, Pendidikan Pengawas Partisipatif diharapkan mampu melahirkan calon-calon pengawas pemilu pada pelaksanaan Pemilu 2029 mendatang. “Kegiatan P2P akan melahirkan calon pengawas pada Pemilu 2029. Setelah mengikuti kegiatan secara daring, hari ini diskusi serta sesi pemberian materi akan disampaikan oleh seluruh anggota Bawaslu Agam dan ditutup dengan post test,” katanya.
Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Agam, Fadhlul Hanif, menjelaskan bahwa P2P yang diikuti oleh mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan pemuda merupakan program berskala nasional yang sebelumnya dikenal dengan nama Sekolah Kader Pengawas Partisipatif dan kini bermetamorfosis menjadi Pendidikan Pengawas Partisipatif.
“Pemilu tidak akan sukses jika hanya bertumpu pada tiga lembaga, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP. Dibutuhkan pionir yang paham tentang pengawasan, paham bagaimana pelanggaran dilaporkan, dan menjadi simpul bagi setiap komunitas atau organisasi yang direpresentasikan,” ujar Fadhlul Hanif.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu RI turut bergabung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Pendidikan Pengawas Partisipatif di Kabupaten Agam kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh anggota Bawaslu Agam, sebelum akhirnya ditutup dengan pelaksanaan post-test dan sesi foto bersama. (h/dpt)





