Meskipun jumlah pembaca juga mulai menurun, namun tidak terlalu signifikan. Satu perusahaan koran bahkan masih mencetak ratusan ribu eksemplar setiap harinya.
Digital Editor, AI Coordinator, Editorial Department, The Hokkaido Shimbun Press, Daisaku OYA menjelaskan Hokkaido Shimbun termasuk koran tertua di Jepang.
Selisih 6 tahun dari koran Haluan di Indonesia, edisi pertamanya terbit pada tahun 1942.
“Sekarang sudah Edisi 29.878. Kantor utamanya berada di Sapporo Hokkaido. Dengan 9 kantor cabang dan 38 biro lokal. Perwakilan luar negeri ada di Washington, Moscow, Yuzhno-Sakhalinsk Rusia, Beijing, Seoul. Juga ada kantor perwakilan di Tokyo dan Osaka,” ujarnya.
Jumlah pegawai tetap (permanen) mencapai 1.100 orang. diluar itu juga ada pegawai kontrak. Baik reporter, pewarta foto, media engineers, sales, staf distribusi dan lainnya.
Disisi lain, platform digital Hokkaido shimbun juga terus berkembang pesat.
“Perbedaan dengan yang dicetak, setiap saat dapat dilihat update pembaca,” ujarnya sambil memperlihatkan pembaca realtime salah satu berita yang mencapai 87 orang.





