Operasi Lilin Singgalang yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi keselamatan.
Kombes Pol Reza Chairul Akbar menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan operasi ini. Kesadaran mempersiapkan kendaraan dengan baik merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Melalui langkah terpadu antara kebijakan pemerintah daerah, pengamanan kepolisian, rekayasa lalu lintas, serta edukasi keselamatan, perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru di Sumbar diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna,” ujarnya.
Prioritas Dua Jalur Krusial
Sejumlah langkah antisipasi juga telah disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas selama masa libur Nataru. Dalam hal ini, Dishub Sumbar memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di dua jalur paling krusial, yakni Sitinjau Lauik dan Lembah Anai. Dua ruas ini menjadi urat nadi pergerakan orang dan barang, sekaligus titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Kepala Dishub Sumbar, Dedy Diantolani mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, sejak 27 November lalu, Dishub Sumbar sudah menyiapkan empat pos pengamanan lalu lintas di sepanjang jalur Sitinjau Lauik, yang menjadi penghubung utama Padang dan Solok. “Empat pos itu kita siagakan di pintu keluar Indarung, Tahura Bung Hatta, Rumah Makan Mintuo, dan Jembatan Timbang Lubuk Selasih,” ujar Dedi kepada Haluan, Selasa (30/12)
Menurutnya, pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri. Dishub Sumbar juga membangun kolaborasi lintas instansi agar pengendalian arus lalu lintas berjalan efektif, terutama pada malam pergantian tahun.
“Di pos Indarung dan Tahura Bung Hatta, personel Dishub Sumbar bergabung dengan Satlantas Kota Padang dan Dishub Kota Padang. Sementara di Rumah Makan Mintuo dan Jembatan Timbang Lubuk Selasih, kita bersama Satlantas Kabupaten Solok dan Dishub Kabupaten Solok,” ujarnya.
Di setiap pos, Dishub Sumbar menempatkan delapan personel, sehingga total 32 personel Dishub Provinsi diterjunkan di jalur Sitinjau Lauik. Mereka bergabung dengan unsur TNI/Polri dan dishub kabupaten/kota untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.






