Tak hanya pos statis, Dishub Sumbar juga menyiapkan petugas pengurai kemacetan yang dilengkapi empat unit sepeda motor, khusus untuk merespons cepat kepadatan kendaraan di tanjakan dan turunan Sitinjau Lauik yang dikenal ekstrem. “Kami telah siapkan petugas pengurai untuk memastikan arus tetap bergerak, terutama saat volume kendaraan meningkat,” katanya.
Sedangkan untuk jalur Lembah Anai, Dishub Sumbar mengakui kondisinya saat ini masih belum sepenuhnya normal. Hingga kini, ruas tersebut masih dalam proses perbaikan, sehingga diberlakukan sistem buka tutup terbatas.
Berdasarkan perkiraan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, proses perbaikan di kawasan Lembah Anai diperkirakan baru akan rampung sepenuhnya sekitar enam bulan ke depan. Selama masa tersebut, pengaturan lalu lintas di kawasan ini sepenuhnya dikendalikan oleh personel Satlantas Padang Panjang dan Tanah Datar.
Lebih jauh ia mengatakan, untuk mengantisipasi kendaraan mogok atau kecelakaan di Sitinjau Lauik, Dishub Sumbar juga berkoordinasi dengan PT Hutama Karya, selaku pelaksana proyek Fly Over Sitinjau Lauik, serta BPJN terkait mobilisasi kendaraan derek.
“Kami sudah beberapa kali menggunakan mobil derek untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan maupun mogok. Ini bagian dari kolaborasi maksimal yang kami bangun,” tuturnya.
Ia menambahkan, sesuai dengan edaran Gubernur Sumatera Barat selama periode Nataru juga diberlakukan pembatasan operasional kendaraan barang di jalur Sitinjau Lauik. Kendaraan angkutan barang hanya diizinkan melintas pada pukul 20.00 hingga 06.00 pagi.
“Kami mohon pengertian para pengusaha angkutan barang untuk benar-benar menaati aturan ini. Kendaraan yang dioperasionalkan juga tidak boleh over dimension & over loading (ODOL), karena itu sangat berisiko menyebabkan gagal menanjak, rem blong, dan membahayakan pengguna jalan lain,” katanya.
Dengan skema pengamanan berlapis, kolaborasi lintas sektor, serta penegakan aturan lalu lintas, Dishub Sumbar berharap arus mudik dan libur Nataru di Sumbar dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat terutama di dua jalur yang selama ini dikenal sebagai titik rawan






