Hasil pengujian menunjukkan nilai kekeruhan (NTU) mencapai 185, angka yang menandakan air tidak memenuhi standar air bersih maupun air minum dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.
Berdasarkan temuan tersebut, Tim Air Bersih UNANDmemasang sistem ultrafiltrasi yang dilengkapi dengan tandon serta bak penampungan air di sejumlah lokasi terdampak.
Teknologi ultrafiltrasi dipilih karena sesuai dengan kondisi lapangan, mudah dipasang dan dirawat, serta dapat dioperasikan tanpa menggunakan energi listrik, sehingga tetap berfungsi optimal meskipun infrastruktur pendukung belum sepenuhnya pulih.
“Setelah dilakukan penyaringan menggunakan ultrafiltrasi, hasil pengujian menunjukkan nilai NTU turun drastis menjadi 0,9. Nilai ini tergolong sangat baik dan bahkan telah memenuhi standar kualitas air minum,” ujar Aditya, mahasiswa UNAND yang tergabung dalam Tim Air Bersih, Selasa (30/12).
Ia berharap sistem ultrafiltrasi, bak penampungan, dan tandon yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak bencana.
Dengan demikian, kebutuhan air sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi sesuai standar air bersih dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Tidak berhenti pada pemasangan sistem filtrasi, tim juga melakukan perbaikan jaringan pipa, pompa air, serta tangki penampung yang rusak atau tidak berfungsi akibat bencana.
Upaya pemulihan infrastruktur ini dilakukan antara lain di Musala Katimaha, Kabupaten Padang Pariaman, serta di Jorong Subarang, Nagari Paningahan, Kabupaten Solok, yang sebelumnya mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah dan aktivitas harian warga.
Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif. Proses instalasi dilakukan bersama masyarakat setempat dengan pendampingan langsung dari mahasiswa Teknik Mesin UNAND.
Para mahasiswa turut berperan dalam perancangan konstruksi sistem filter air, memastikan sistem dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh warga dalam jangka panjang.
Melalui aksi tanggap bencana ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir di garis depan kemanusiaan mengalirkan air bersih, menumbuhkan harapan, dan menguatkan semangat masyarakat untuk bangkit bersama pascabencana.






