Syukuran di penghujung tahun itu pun menjadi lebih dari sekadar penutup kalender. Ia menjelma sebagai penanda keberlanjutan, tentang warisan nilai, dan tentang harapan petani di Ranah Minang.
Dari benih yang ditanam di tanah sendiri, lahir asa bahwa Sumatera Barat mampu berdiri lebih kokoh sebagai bagian dari lumbung pangan negeri menjemput panen harapan, dari nagari untuk Indonesia. (h/wnd)






