Hukum

Kasus Kejahatan dan Polisi Dipecat di Sumbar pada Tahun 2025 Meningkat

6
×

Kasus Kejahatan dan Polisi Dipecat di Sumbar pada Tahun 2025 Meningkat

Sebarkan artikel ini
oplus_8388608

Tren kejahatan konvensional dan transnasional, lanjut Gatot, menunjukkan selisih yang sangat tipis, sementara kejahatan kontinjensi justru mengalami penurunan. Secara umum, stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sumbar tetap terjaga dalam kondisi kondusif.

Sorotan penting lainnya adalah penanganan kejadian menonjol, khususnya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kapolda menegaskan, keberhasilan penanganan bencana tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan kolaborasi semua pihak. Penanganan bencana bisa dilakukan secara tepat, terukur, dan humanis. Mudah-mudahan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Itu tekad kami,” tegasnya.

Baca Juga  Pengacara Brigadir J Curiga soal Hasil Otopsi Kedua

Ia bahkan menyebut, percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Di balik musibah, Polda Sumbar juga menerima dukungan signifikan berupa sembilan unit kendaraan roda empat, lebih dari 50 motor trail, empat mobil double cabin untuk distribusi bantuan, serta dukungan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan kantor dan rumah terdampak.

Namun bagi Kapolda, fasilitas hanyalah alat. Inti pengabdian tetap bertumpu pada ketulusan dan nurani.

“Saya selalu tekankan kepada anggota, bekerjalah bukan untuk Kapolda, tapi bekerjalah dengan tuntas. Kalau bekerja dengan benar, capek itu tidak terasa,” ungkapnya.

Baca Juga  Belasan Ribu Warga Langgar Perda AKB