PADANG PARIAMAN, HANTARAN.CO — Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Kamis malam (1/1/2026) hingga Jumat siang (2/1/2026) kembali menghadirkan ancaman bencana bagi warga Kabupaten Padang Pariaman. Debit Sungai Batang Ulakan yang meningkat tajam tak mampu lagi dibendung, hingga akhirnya meluap dan merendam permukiman warga di Nagari Kampuang Galapuang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Jumat malam.
Banjir yang datang perlahan, namun pasti itu memaksa sebanyak 170 kepala keluarga dari Korong Baruah dan Korong Rajang meninggalkan rumah mereka. Warga dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian, di antaranya Surau Kelampaian di Korong Pasa dan TK Al-Fatah di Korong Kampung Aru. Proses evakuasi dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman dengan dukungan personel TNI dan Polri, guna mengantisipasi meluasnya genangan air.
Hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Kondisi tersebut terus membaik hingga menjelang Subuh, seiring meredanya intensitas hujan di wilayah hulu sungai.
Memasuki Sabtu pagi (3/1/2026), setelah air benar-benar surut, warga bersama relawan langsung bergotong royong membersihkan lingkungan. Lumpur dan sisa material banjir yang menutup rumah, fasilitas umum, serta jalan lingkungan menjadi fokus utama pembersihan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Wali Nagari Kampuang Galapuang Ulakan, Ali Waldana, menjelaskan bahwa air sungai mulai meluap ke permukiman sekitar pukul 12.00 WIB, menjelang pelaksanaan salat Jumat. Hujan yang terus mengguyur hingga malam hari menyebabkan genangan semakin meluas dan merendam dua korong, yakni Korong Rajang dan Korong Baruah.
“Ketinggian air rata-rata lebih dari satu meter. Di titik-titik terendah hampir mencapai dua meter dan bertahan sampai tengah malam,” ucapnya.





