SerbaSerbi

MACI Tak Hanya Motor Antik, Tapi Juga Peduli Sesama, Rp50 Juta Disalurkan ke Korban Bencana

1
×

MACI Tak Hanya Motor Antik, Tapi Juga Peduli Sesama, Rp50 Juta Disalurkan ke Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

Padang, hantaran.Co–Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Komunitas Motor Antik yang tergabung dalam Motor Antique Club Indonesia (MACI). Menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu, MACI turut ambil bagian dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban terdampak.

Wakil Ketua MACI West Sumatera, Febri Yandi, menyampaikan kepada Harian Haluan bahwa kegiatan penggalangan dan penyaluran donasi dilakukan dalam beberapa tahap. 

Tahap pertama penyaluran bantuan dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Pasar Baru, Batu Busuak, Kota Padang yang merupakan salah satu wilayah terdampak banjir cukup parah.

Baca Juga : HAB ke-80 Momen Terus Bersatu dan Menguatkan

“Untuk tahap kedua, donasi kami salurkan pada 20 Desember 2025 di wilayah Malalak, Kabupaten Agam,” ujar Yandi, Alumni MAK Koto Baru ini, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp50 juta, yang selanjutnya didistribusikan ke tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana banjir. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta dukungan lain yang dibutuhkan masyarakat pascabencana. Sedangkan untuk Sumatera Utara dan Aceh telah dibagikan oleh Pengurus Cabang setempat. 

BACA JUGA  DPRD Pesisir Selatan Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Menurut Yandi, aksi sosial ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian komunitas motor antik terhadap kondisi kemanusiaan. MACI tidak hanya berkumpul karena hobi, tetapi juga ingin hadir dan bermanfaat bagi masyarakat ketika dibutuhkan. 

Motor Antique Club Indonesia sendiri merupakan organisasi nasional yang mewadahi para pecinta dan kolektor motor-motor antik di Indonesia. Sejarahnya bermula pada tahun 1993, ketika sebuah pameran motor antik di Semarang mendapat sambutan luas dari masyarakat. Dari momentum tersebut, berbagai klub dan komunitas motor antik mulai bermunculan di berbagai daerah.

BACA JUGA  Bawaslu Pessel Gandeng Kemenag untuk Perluas Sosialisasi Pengawasan Partisipatif ke Madrasah

Ia menceritakan, beberapa komunitas pelopor di antaranya adalah MACI Bandung yang berdiri sejak 1979 serta Penggemar Motor Udhug Indonesia Soerabaya (Pemudis) yang terbentuk pada 1982. Kemudian berkembang menjadi organisasi nasional dengan tujuan utama melestarikan motor antik sekaligus mempersatukan para penggemarnya di seluruh Indonesia.

Selain menjaga nilai sejarah otomotif, MACI juga aktif mengampanyekan penggunaan motor antik sebagai alternatif kendaraan yang ramah lingkungan, serta berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi melalui edukasi berkendara.

Saat ini, MACI telah memiliki lebih dari 50 cabang di seluruh Indonesia dan terus berkembang, tidak hanya sebagai komunitas hobi, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Aksi MACI West Sumatera Peduli Bencana menjadi bukti bahwa komunitas otomotif juga mampu mengambil peran strategis dalam membantu masyarakat dan memperkuat nilai solidaritas di tengah situasi darurat.