Pariaman, hantaran.Co–Mengawali hari pertama kerja tahun 2026, Pemerintah Kota Pariaman menggelar Tabligh Akbar, doa bersama, wirid bulanan ASN, serta refleksi kinerja Tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Kota Pariaman, Jumat (2/1/2025), sebagai penanda awal komitmen baru aparatur sipil negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan keagamaan ini dihadiri langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, serta diikuti oleh seluruh unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Hadir pula perwakilan Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Rinalfi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, serta jajaran organisasi perempuan dan ASN se-Kota Pariaman.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah Buya Jauhar Muiz yang memberikan tausiyah tentang pentingnya refleksi diri, keikhlasan, dan integritas dalam menjalankan amanah, khususnya bagi aparatur negara yang memiliki tanggung jawab langsung kepada masyarakat.
Baca Juga : Meski Dilanda Bencana, Sumbar Masih Layak Jadi Tujuan Wisata, Pelaku Wisata Diminta Inovatif
Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa Tahun 2026 harus dijadikan momentum evaluasi diri bagi seluruh ASN.
Ia mengajak jajaran pemerintah untuk menjadikan refleksi sebagai pijakan dalam memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus melakukan refleksi dan introspeksi diri sebagai ASN dalam pelayanan publik. Tahun baru ini harus diiringi dengan resolusi dan komitmen yang kuat. Jika pelayanan kita sudah baik, maka ke depan harus lebih baik lagi,” ujar Yota Balad.
Ia menambahkan, kepemimpinan Yota Balad-Mulyadi masih memiliki waktu empat tahun ke depan untuk menuntaskan visi, misi, serta program unggulan yang telah dirancang.
Oleh karena itu, diperlukan konsistensi, disiplin, dan etos kerja yang tinggi dari seluruh aparatur pemerintahan.
Salah satu program unggulan yang kembali ditekankan adalah Pariaman RISALAH yang merupakan singkatan dari Beriman, Sholeh dan Berakhlak, yang mencakup Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, serta Pesantren ASN.
Program ini, menurut Yota Balad, menjadi fondasi pembentukan karakter aparatur dan masyarakat.
Mulai Tahun 2026, Pemerintah Kota Pariaman akan menghidupkan kembali kegiatan Magrib Mengaji bagi ASN yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan.
Sementara untuk anak-anak usia sekolah, kegiatan Magrib Mengaji akan digelar satu kali setiap pekan di masjid atau musala di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Yota Balad berharap, kegiatan spiritual yang mengawali tahun ini tidak sekadar seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran kolektif ASN untuk bekerja lebih ikhlas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Dengan fondasi iman dan akhlak yang kuat, ia optimistis kinerja pemerintahan Kota Pariaman di Tahun 2026 akan semakin meningkat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.





