Jakarta, hantaran.Co–Rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 kembali menegaskan rapuhnya daya dukung lingkungan akibat pola pembangunan yang belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan. Banjir bandang dan longsor menjadi sinyal kuat bahwa kerusakan ekosistem masih menjadi persoalan serius.
Di saat yang sama, dunia internasional menaruh perhatian pada isu keadilan iklim setelah Pengadilan Kanton Zug, Swiss, mengabulkan gugatan nelayan Indonesia terhadap perusahaan semen multinasional, Holcim. Putusan tersebut memperkuat pandangan bahwa dampak perubahan iklim tidak bisa dilepaskan dari aktivitas industri global.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menilai dua peristiwa tersebut merupakan peringatan keras bagi arah pembangunan nasional. Menurutnya, konsep ekonomi hijau tidak boleh sekadar jargon, melainkan harus benar-benar menjadi fondasi kebijakan pembangunan.
Baca Juga : Penanganan Permasalahan BBM di Sumbar harus Dipercepat
Alex menyebut, Indonesia telah menetapkan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif sebagai strategi kemandirian bangsa. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan besar, terutama ketika kepentingan ekonomi jangka pendek berbenturan dengan kelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan, pada 22 Desember 2025, Pengadilan Kanton Zug mengabulkan seluruh gugatan empat nelayan Indonesia terhadap Holcim. Gugatan tersebut menuntut tanggung jawab atas dampak perubahan iklim, mulai dari kompensasi kerugian, pendanaan perlindungan banjir, hingga percepatan penurunan emisi karbon.
Putusan tersebut, menurut Alex, menjadi preseden hukum internasional yang menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan dan dampak iklim dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum lintas negara.
Di dalam negeri, Alex juga menyoroti bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menilai bencana tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan deforestasi dan kerusakan hutan akibat pembukaan lahan perkebunan serta aktivitas pertambangan.






