Padang, hantaran.Co–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan pemetaan terkait kondisi destinasi yang dinilai aman dikunjungi bagi wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) seiring tengah berlangsungnya penanganan pascabencana di sejumlah daerah di Sumbar.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, mengatakan bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 lalu turut berdampak kepada sektor pariwisata, terutama terkait akses jalan yang rusak akibat dilanda banjir bandang dan longsor.
“Bencana alam yang akhir-akhir ini benar-benar telah mengganggu akses jalan di sejumlah titik di Sumbar. Tapi penanganan yang dilakukan di lokasi berjalan optimal. Hal ini membuat minat kunjungan wisatawan ke Sumbar mendapat respons yang positif,” katanya, beberapa hari lalu.
Lila Yanwar menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi di Sumbar yang berdampak terhadap sektor pariwisata lebih kepada akses jalan. Sedangkan untuk destinasi wisatanya sejauh ini masih terjaga dengan baik dan terbilang aman dikunjungi.
Wisatawan Harus Memerhatikan Keselamatan
Meskipun begitu, lanjutnya, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wisatawan agar terhindar dari resiko bencana alam sebagai sikap waspada dan mitigasi dari wisatawannya langsung.
“Melihat kondisi cuaca di Sumbar yang di beberapa wilayah masih turun hujan, wisatawan diimbau untuk tidak mendekati objek wisata yang berdekatan dengan daerah aliran sungai, serta daerah-daerah yang rawan terjadi bencana longsor,” katanya.
Pengoptimalan sektor pariwisata juga dinilai penting dalam upaya atau bagian dari bangkitnya pascabencana di Sumbar ini. Sektor ini setidaknya mampu menjadi harapan untuk tetap menumbuhkan ekonomi bagi daerah dan masyarakat.
Baca Juga : Sumbar Pascabencana, Kolaborasi dan Penguatan Nilai Dinilai Mendesak
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar itu menjelaskan sejumlah destinasi yang aman untuk dikunjungi seperti di Wisata Mandeh dan Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara objek wisata Jembatan Akar di Bayang disarankan untuk tidak berkunjung, karena objek wisata di sana juga turut terdampak bencana alam.
Kemudian di Kabupaten Solok, seperti di Alahan Panjang yang memiliki hamparan Danau Kembar serta sejumlah destinasi lainnya di wilayah itu, masih aman untuk dijadikan salah satu objek wisata untuk berkumpul bersama keluarga.
“Selain adanya destinasi wisata yang indah di Alahan Panjang itu, di daerah tersebut juga menyediakan tempat penginapan yang indah berdekatan dengan Danau Kembar. Suhu udara yang dingin, pemandangan yang indah, Alahan Panjang kami lihat masih aman untuk dijadikan sebagai destinasi wisata momen libur Nataru,” ujarnya.
Begitupun di Kabupaten Solok Selatan, yang memiliki destinasi Seribu Rumah Gadang, juga bisa menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga. Lalu juga bisa ke Kota Sawahlunto, yang memiliki destinasi wisata sejarah yang begitu menakjubkan.
Selanjutnya tempat yang masih aman untuk dikunjungi menyikapi kondisi Sumbar pascabencana ini, lanjut Lila, ke objek wisata yang kental dengan budaya Minangkabau yakni Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar. Lalu juga bisa lanjut ke Kota Bukittinggi, yang sejauh ini masih tergolong aman untuk dikunjungi pada momen Nataru.
“Bukittinggi mungkin akan menjadi pusat kunjungan wisatawan pada libur Nataru ini. Karena akses dari Pekanbaru sejauh ini masih aman untuk dilalui, dan hal ini membuat akan banyak destinasi wisata dijangkau wisatawan bila sudah berada di Bukittinggi, seperti ke Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Dan jalur Lembah Anai pun membuka akses jalan Padang-Bukittinggi yang memperlancar kunjungan, tapi harus tetap berhati-hati,” sebutnya.
Seperti objek wisata Geopark Ngarai, Lila juga mengimbau kepada wisatawan untuk tetap waspada bila mengunjunginya, terutama di daerah aliran sungainya karena di saat curah hujan yang turun begitu tinggi pada November 2025 lalu, telah ada laporan bahwa Tebing Ngarai Sianok rawan longsor.
“Makanya, penting bagi wisatawan untuk mewaspadai potensi bencana di daerah tersebut. Ngarai Sianok ini ada sebagian wilayah masuk ke Kabupaten Agam dan ada beberapa kawasan masih ke Kota Bukittinggi. Tapi yang terpenting adalah tetap berhati-hati, hindari daerah aliran sungai, terutama di saat cuaca lagi hujan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, juga terdapat sejumlah destinasi yang masih aman untuk dikunjungi bersama keluarga. Seperti Pantai Gandoriah di Pariaman, dan wisata lainnya yang ada di Padang Pariaman, juga dinilai aman untuk dikunjungi.
Oleh karena itu, Dispar Sumbar berharap agar wisatawan mengedepankan keselamatan, baik itu yang berada di daerah pegunungan maupun yang di pantai. “Soal pemetaan lokasi rawan bencana ini, akan kami informasikan juga kepada masyarakat melalui berbagai media massa dan media sosial. Karena kami inginkan wisatawan selama berada di Sumbar tetap aman, mengingat kondisi Sumbar yang saat ini masih dalam tahap penanganan,” tutup Kadis Pariwisata Sumbar tersebut.






