Padang, hantaran.Co–Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic kecewa dengan Ko Hyunjing yang memimpin pertandingan antara timnya dengan PSIM Yogyakarta. Hasil laga tersebut Semen Padang FC kalah tipis dengan skor 1-0 oleh tuan rumah.
Dejan Antonic menilai Ko Hyunjing memberikan sejumlah keputusan yang merugikan timnya. Terutama memberikan hadiah penalti kepada PSIM Yogyakarta yang mengubah jalannya pertandingan.
Dengan keputusan kontroversi dari wasit Dejan Antonic menyerahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen Semen Padang FC apakah akan melayangkan protes resmi ke LIB ataupun tidak.
Baca Juga : Kalah 1-0 dari PSIM, Pelatih Semen Padang FC Murka ke Wasit
“Untuk hal semacam itu saya serahkan kepada manajemen kita, apakah mereka mau atau tidak,” ujarnya.
Terkait melayangkan protes resmi, Dejan menegaskan akan mengikuti apapun langkah yang diambil oleh manajemen Semen Padang FC kedepannya.
“Kalau saya punya ide saya sudah tau harus bertindak seperti apa. Namun saya harus nurut dengan regulasi manajemen, kalau saya bertindak seenaknya akan jadi masalah. Kita harus profesional,” ujarnya.
Dejan Masih Percaya Kualitas Wasit Lokal
Ditengah kekecewaannya terhadap wasit berkebangsaan Korea Selatan itu. Dejan Antonic meyakini wasit lokal memiliki kualitas dan potensi yang sebanding dengan wasit asing.
“Saya masih percaya kita masih punya wasit bagus sekali di Indonesia dalam memimpin pertandingan di liga,” ujarnya.
Lebih lanjut ia katakan, jika pelatih buruk dalam menahkodai suatu tim akan dipecat, begitu pula dengan pemain yang bisa dikeluarkan dari skuad jika minim kontribusi. Namun hal itu tidak berlaku terhadap wasit.
“Frustasi saya, pelatih kalah terus dicoret pemain main jelek dicoret lagi. Semoga kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,” ujarnya
Kekalahan atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke 16 BRI Super League membuat Semen Padang FC tertahan di peringkat 16 dengan 10 poin. Sementara dengan tambahan tiga poin PSIM Yogyakarta naik ke peringkat 6 dengan 27 poin.





