Sumbar

HAB ke-80, Agama Didorong Jadi Solusi Pemulihan Sumbar

0
×

HAB ke-80, Agama Didorong Jadi Solusi Pemulihan Sumbar

Sebarkan artikel ini
Agama

Padang, hantaran.Co–Di tengah tantangan pemulihan pascabencana yang masih dihadapi Sumatera Barat, peran agama kembali diuji untuk tidak berhenti pada seremoni. Kondisi sosial yang rentan membutuhkan kehadiran nilai-nilai keagamaan yang mampu menjadi perekat persatuan sekaligus penggerak solusi nyata bagi masyarakat.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Sabtu (3/1/2026). Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan, HAB tidak boleh dimaknai sekadar agenda rutin tahunan.

Menurut Mahyeldi, tantangan kebangsaan dan daerah saat ini menuntut agama hadir secara lebih substantif. Bencana alam, tekanan ekonomi, hingga potensi gesekan sosial hanya dapat dihadapi jika umat mampu menjaga kerukunan dan memperkuat sinergi lintas sektor.

BACA JUGA  Gas Pol Patroli, Polres Solsel Cegah Balap Liar dan Tawuran

Baca Juga : 50 Personel Brimob Turun Tangan Bangun Huntara di Padang Pariaman

Tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”, dinilai menjadi jawaban atas persoalan tersebut. Ia menilai, tanpa kerukunan dan kerja sama yang kuat, upaya pemulihan pascabencana berisiko berjalan lambat dan tidak berkelanjutan.

“Kerukunan dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata Mahyeldi.

Selain aspek pemulihan fisik, Gubernur juga menyoroti persoalan kemanusiaan yang ditinggalkan bencana. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para korban yang wafat serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA  Korpri Agam Rutin Gelar Wirid Mingguan