“Total bantuan yang berhasil kami himpun dan salurkan sejauh ini mencapai kurang lebih Rp40 juta. Bantuan tersebut kami fokuskan ke beberapa titik di Kota Padang agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Aksi Sosial BEM KM UNP Tak Hanya di Padang
Selain di Kota Padang, katanya, BEM KM UNP juga melakukan aksi sosial ke sejumlah daerah lain di Sumbar, di antaranya Palembayan, Maninjau, dan Bayang Utara. Di wilayah-wilayah tersebut, mahasiswa melakukan peninjauan langsung terhadap dampak banjir dan longsor yang merusak rumah warga, akses jalan, serta fasilitas umum.
Dalam setiap kunjungan, Tim BEM KM UNP tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga melakukan pendataan kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari bahan pangan, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga kebutuhan pendukung pemulihan pascabencana. Data tersebut menjadi dasar perencanaan aksi lanjutan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Kami berupaya agar kehadiran mahasiswa tidak bersifat seremonial. Kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya, mendengar keluhan warga, dan memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terabaikan,” kata Adli.
BEM KM UNP juga mengajak seluruh elemen kampus dan masyarakat untuk terus bergotong royong membantu korban bencana, baik melalui donasi, keterlibatan sebagai relawan, maupun dukungan moral. Menurut BEM KM UNP, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Melalui aksi sosial yang berkelanjutan ini, BEM KM UNP menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Padang, sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai solidaritas, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada korban bencana.






